Kasubbag Umum BPSDM Kaltim, Samsul Qamar membeberkan fasilitas pelatihan untuk ASN di kaltim

Divisi.id – Guna memenuhi 20 Jam Pelajaran per tahun untuk pengembangan kompetensi dan pengembangan ASN, dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 24 jam pelajaran, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kaltim harus memiliki fasilitas yang memadai.

Salah satunya, untuk melaksakan pelatihan-pelatihan yang sifatnya tatap muka. Sehingga, mengharuskan para peserta menginap di Samarinda tempat pusat pelaksanaan pelatihan yang berada di komplek perkantoran BPSDM Kaltim.

Melalui Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Umum dan Kepegawaian BPSDM Kaltim, Samsul Qamar mengatakan bahwa saat ini fasilitas yang dimiliki oleh BPSDM Kaltim dalam melaksakan kegiatan pelatihan bisa dikatakan cukup memadai. Yakni, dengan jumlah fasilitas ruang belajar di 2 gedung terpisah dan ruang kelas berjumlah 9 ruangan kelas di masing-masing gedung. Kondisi ini dirasa masih cukup untuk melayani para peserta pelatihan selama ini.

“Kita memiliki 2 gedung untuk pelatihan, 1 gedung itu 3 tingkat dan 1 tingkatnya ada 3 ruang kelas. Jadi kali 3 tingkat artinya dalam satu gedung itu ada 9 kelas kali 2 gedung artinya ada 18 ruang kelas dengan kapasitas satu ruangan itu 40 orang,” terangnya.

Sedangkan untuk asrama BPSDM Kaltim memiliki 4 gedung asrama. Setiap gedung ada 25 kamar dengan kapasitas tempat tidur berbeda pergedung. Gedung A dan B memiliki masing-masing 75 tempat tidur sedangkan gedung C dan D memiliki masing-masing 50 tempat tidur. Jadi secara keseluruhan fasilitas asrama memiliki 250 tempat tidur yang berada di 4 gedung asrama tersebut.

“Asrama kita ada 4 gedung, gedung A dan B satu kamar ada tiga tempat tidur , sedangkan untuk gedung C dan D satu kamarnya dua tempat tidur, dan setiap gedung itu memiliki 25 kamar,” paparnya.

Kendati demikian, untuk pemenuhan pelatihan bagi ASN se-Kaltim cukup bisa menampung asal terjadwal dengan baik. Pasalnya, setiap tahun ribuan ASN melaksakan pelatihan di komplek perkantoran BPSDM ini.

“Selama ini semua berjalan lancar, karena penjadwalan yang rapih. Pernah maksimal kita jalankan pelatihan itu empat kelas sekaligus, perkelas itu empat puluh orang, kita bisa melaksakan kalau asramanya cukup,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *