TNI Bantu Pemkab Kukar Tingkatkan Kesejahteraan Petani dan Kemanunggalan dengan Rakyat

Diskominfo Kukar133 Dilihat

TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus bersinergi dalam membangun infrastruktur pertanian di Kukar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, kesejahteraan petani, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Hal ini disampaikan Bupati Kukar Edi Damansyah melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Dr. H. Sunggono dalam acara Penutupan Karya Bhakti dan Gerakan Nasional Ketahanan Pangan 2023 di Areal Persawahan Kelurahan Bukit Biru Kecamatan Tenggarong, Rabu (1/11/2023) siang.

Edi mengatakan, kerja sama dan sinergi antara Pemkab Kukar dan TNI tidak hanya di bidang pertanian, tetapi juga di bidang lain seperti bedah rumah, pembukaan isolasi wilayah, program air bersih, dan lainnya.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan kerja sama TNI dalam percepatan pembangunan di Kukar. Kami berharap kerja sama dan sinergi ini dapat terus ditingkatkan dan diperluas di berbagai bidang,” kata Edi.

Edi juga mengapresiasi pelaksanaan Karya Bhakti dan Gerakan Nasional Ketahanan Pangan 2023 yang telah dilakukan oleh TNI di beberapa kecamatan di Kukar, yaitu Tenggarong Seberang, Muara Kaman, Sebulu, Tenggarong, dan Loa Kulu.

Edi mengatakan, program ini bertujuan untuk membantu program pemerintah dalam meningkatkan hak atas pangan, kualitas SDM, ketahanan pangan nasional dan lokal, serta perekonomian masyarakat.

“Program ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat serta menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi dengan mengandalkan kearifan lokal,” ujarnya.

Sementara itu, Brigjen Susilo selaku Kasdam VI/Mlw melaporkan bahwa program ini telah berhasil membangun infrastruktur pertanian yang meliputi jalan usaha tani sepanjang 52.523,9 meter, jembatan penghubung sebanyak 58 buah, dan gorong-gorong untuk sistem irigasi pompa air sebanyak 123 buah.

“Infrastruktur pertanian ini dapat meningkatkan konektivitas dan produktivitas pertanian dengan wilayah terdampak persawahan seluas 4.168, 34 hektare dan hortikultura seluas 1.717,50 hektare. Dengan adanya infrastruktur ini, biaya produksi pertanian dari mobilitas hasil tani dapat ditekan sebesar Rp 4.127.643.828 per tahun,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *