Penerkaman Buaya di Bontang, Kaharuddin Jafar Minta Semua Buaya Direlokasi

Divisi.id – Kasus penerkaman oleh buaya kembali terjadi di Kota Bontang. Seorang anak laki-laki berusia 10 tahun menjadi korban keganasan buaya pekan lalu di Selambai, Kelurahan Loktuan, yang mengakibatkan 12 jahitan di punggung sebelah kanan, satu jahitan di hidung dan luka di pelipis kiri.

Diketahui, sekitar pukul 16.30 Wita anak tersebut sedang berenang di bawah kolong rumahnya. Sebagai informasi, Selambai merupakan kawasan pesisir Bontang yang berdiri di atas air laut.

Tanpa sepengetahuan sang anak, tiba-tiba buaya menerkam punggung anak tersebut. Buaya tersebut memiliki panjangnya sekitar tiga meter. Akibatnya, anak tersebut harus dilarikan ke rumah sakit dan mendapatkan 12 jahitan di punggung sebelah kanan, satu jahitan di hidung dan luka di pelipis kiri.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kaltim Kaharuddin Jafar meminta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur untuk merelokasi buaya secara massal.

“Kalo bisa seluruh buaya di perairan Bontang direlokasikan saja,” ungkapnya.

Menurutnya, kejadian penerkaman oleh buaya sangat meresahkan masyarakat. Terutama masyarakat yang tinggal di kawasan Bontang, yang sebagian besar merupakan daerah pesisir.

“Jika air pasang air bisa naik ke rumah mereka yang di Selambai. Dikhawatirkan, buaya tinggal bebas di perairan dan akan naik ke pemukiman. Takutnya akan kembali menambah deretan kasus penerkaman,” ujarnya.

Wakil Dapil VI Bontang-Kutim-Berau itu meminta pemerintah untuk segera menindaklanjuti masalah yang terjadi. Dirinya juga berpesan, agar warga di daerah pesisir lebih waspada.

“Karena, keselamatan nyawa warga adalah hal utama yang harus didahulukan,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *