160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Iklan

Syafruddin; Dari Anak Petani Bima hingga Wakil Rakyat Kaltim di Senayan

750 x 100 AD PLACEMENT

Divisi.id – Angin laut mengiringi perjalanan Syafruddin saat pertama kali meninggalkan kampung halamannya di Bima, Nusa Tenggara Barat. Anak seorang petani bawang merah itu tak membawa banyak bekal selain tekad dan keberanian.

Di atas kapal feri bermuatan bawang merah menuju Kalimantan Selatan, Syafruddin memulai kisah panjang mengadu nasib di tanah orang—sebuah perjalanan yang kelak mengantarkannya ke kursi DPR RI.

Merantau bukan pilihan mudah. Setibanya di Kalimantan, Syafruddin berpindah dari satu tempat ke tempat lain demi bertahan hidup.

Perjalanannya membawanya ke Kutai Kartanegara, tepatnya di Kecamatan Muara Badak. Di sana, ia bekerja sebagai penjaga tambak. Hari-harinya diisi dengan kerja keras, menyatu dengan lumpur dan terik matahari, jauh dari hiruk-pikuk politik yang kelak akan menjadi dunianya.

Perjuangan belum berhenti. Syafruddin kemudian melanjutkan perantauannya ke Samarinda. Di Kecamatan Palaran, ia bekerja sebagai buruh di pelabuhan peti kemas. Peluh dan tenaga menjadi harga yang harus dibayar demi menyambung hidup.

Namun di tengah kerasnya pekerjaan fisik, tumbuh kesadaran baru dalam dirinya: pendidikan adalah jalan untuk mengubah nasib.

Kesempatan itu datang ketika Syafruddin memulai pendidikan formal di Universitas Mulawarman, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Dunia kampus membuka cakrawala berpikirnya. Ia tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga aktif dalam organisasi eksternal kampus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Dari organisasi inilah naluri kepemimpinan dan kepekaannya terhadap persoalan rakyat semakin terasah.

Aktivitas dan dedikasinya mengantarkan Syafruddin terpilih sebagai Ketua Cabang PMII Kota Samarinda pada saat itu. Dari sinilah langkahnya ke dunia politik semakin nyata. Ia mulai berkecimpung di Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang menurutnya sejalan dengan nilai perjuangan kaum kecil dan akar rumput.

Perjalanan politik Syafruddin tidak selalu mulus. Pada Pemilu 2009–2014, ia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kalimantan Timur dari Dapil Samarinda, namun belum berhasil terpilih.

Kegagalan itu tidak mematahkan semangatnya. Ia kembali bangkit dan mencoba peruntungan di Dapil VI Kaltim (Berau, Kutai Timur, dan Bontang) pada periode 2014–2019. Kali ini, kerja kerasnya berbuah manis—Syafruddin terpilih sebagai anggota DPRD Kalimantan Timur.

Kepercayaan masyarakat kembali ia peroleh saat mencalonkan diri dari Dapil Kota Balikpapan untuk periode 2019–2024. Terpilih kembali, Syafruddin semakin memantapkan langkah pengabdiannya di dunia politik. Walaupun selama 2 periode menjadi wakil rakyat dari Dapil yang berbeda, sesungguhnya ia bekerja untuk seluruh masyarakat Kaltim.

Puncaknya, dengan keyakinan dan pengalaman panjang dari bawah, ia memberanikan diri maju sebagai calon anggota DPR RI periode 2024–2029.

Hasilnya menjadi penanda perjalanan panjang itu: Syafruddin terpilih sebagai wakil rakyat Kalimantan Timur di Senayan.
Dari anak petani bawang merah di Bima, buruh pelabuhan di Palaran, hingga duduk di kursi DPR RI, kisah Syafruddin adalah bukti bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya.

Dengan kerja keras, pendidikan, dan keberanian untuk bangkit dari kegagalan, jalan menuju perubahan selalu terbuka bagi siapa pun yang mau berjuang.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT