160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Iklan

Ironi Energi: Desa di Kaltim Tanpa Listrik di Tengah Kekayaan Alam

Jahidin, Anggota Komisi III DPRD Kaltim
750 x 100 AD PLACEMENT

Divisi.id – Provinsi Kalimantan Timur yang dikenal sebagai lumbung energi nasional ternyata masih menyimpan persoalan mendasar dalam infrastruktur listrik. Tercatat masih ada 211 desa di wilayah ini yang belum menikmati aliran listrik, sebuah ironi di tengah kekayaan sumber daya alam yang melimpah.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Jahidin, menyayangkan kondisi ini dan menyebutnya sebagai bentuk ketidakadilan pembangunan. Ia mendesak agar pemerintah pusat tidak tinggal diam melihat ketimpangan yang dialami masyarakat pedesaan di Kaltim.

“Data itu masih 211 desa di Kalimantan Timur yang belum dialiri listrik. Ini kan suatu kebijakan pemerintah pusat yang tidak bisa kita tinggal diam,” ujar Jahidin.

Menurutnya, perbandingan dengan daerah lain seperti Makassar memperlihatkan adanya kesenjangan besar dalam penyediaan infrastruktur dasar. Padahal, Kaltim justru menjadi wilayah penyumbang batu bara yang signifikan untuk nasional.

“Di Makassar tidak pernah mati listrik, semua desa sudah terang. Tapi kita, yang sumber daya alamnya dikeruk, malah dibiarkan gelap. Ini tidak masuk akal,” lanjutnya.

Ia menilai, keterlambatan pembangunan infrastruktur listrik di desa-desa Kaltim bukan hanya persoalan teknis, tetapi menyangkut keadilan sosial yang semestinya diurus serius oleh negara.

Menurut Jahidin, masyarakat di desa seharusnya mendapatkan hak yang sama dalam menikmati kemajuan pembangunan, termasuk akses terhadap listrik sebagai kebutuhan dasar.

Pemerintah daerah juga dinilainya perlu lebih aktif memperjuangkan kepentingan rakyatnya dalam forum nasional, terutama untuk mendapatkan porsi anggaran dan perhatian yang setara.

Jahidin menyebut perlunya peta jalan yang jelas dan terukur dari PLN dan Dinas ESDM untuk menyelesaikan elektrifikasi desa. Ia mengingatkan bahwa tanpa target yang terukur, persoalan ini akan terus menjadi bahan kritik publik.

Ia juga mendukung DPRD untuk menggunakan hak anggaran dan pengawasan guna menekan percepatan pemerataan listrik ke seluruh wilayah pedesaan di Kaltim.

“Jangan sampai nanti kita dipermalukan oleh daerah lain yang tidak punya sumber daya tapi lebih terang dari kita,” tegasnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT