Divisi.id – Insiden penabrakan Jembatan Mahakam kembali menjadi sorotan publik. Muhammad Husni Fahruddin, Anggota Komisi II DPRD Kaltim, memastikan pihak-pihak yang terlibat telah mengakui kesalahan dan berkomitmen untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi.
Dalam keterangannya, Husni menjelaskan bahwa pelaku terakhir yang menabrak jembatan sudah membuat surat pernyataan resmi di notaris sebagai bentuk tanggung jawab. Ia menyebut proses penggantian kerusakan akan difasilitasi melalui Badan Pengembangan Jalan Nasional (BPJN).
“Yang terakhir menabrak sudah membuat surat pernyataan di notaris dan akan segera mengganti kerusakan melalui BPJN. Termasuk yang pakai kayu sebelumnya, juga sudah dalam proses dengan KSOP. Kemungkinan BPJN yang akan kerjakan langsung,” ungkap Husni.
Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi di Jembatan Mahakam. Kerusakan yang berulang akibat tabrakan kapal atau alat berat menjadi perhatian serius Komisi II DPRD Kaltim, yang bertugas mengawasi infrastruktur dan perhubungan di wilayah ini.
Husni menyayangkan kejadian tersebut, terutama karena jembatan Mahakam merupakan akses vital bagi transportasi dan perekonomian masyarakat Kaltim. Gangguan berulang pada jembatan ini tentu berdampak luas bagi aktivitas masyarakat dan distribusi barang.
Ia menambahkan, selain ganti rugi, pihak terkait harus melakukan langkah preventif agar insiden serupa tidak terulang. Pengawasan ketat dan pembatasan akses di sekitar jembatan menjadi hal penting yang perlu dipertegas.
“Ini soal tanggung jawab bersama. Tidak hanya mengganti kerusakan tapi juga memastikan keamanan dan keselamatan agar tidak terjadi lagi,” tegas Husni.
Selain BPJN, Komisi II juga terus berkoordinasi dengan KSOP untuk menyelesaikan masalah administrasi dan teknis terkait pengelolaan jembatan serta area sekitar sungai yang rawan kecelakaan.
Husni berharap proses perbaikan berjalan cepat dan transparan agar jembatan kembali berfungsi optimal, mengingat fungsinya yang strategis sebagai penghubung utama antar wilayah.
Kerusakan jembatan yang sempat menggunakan perbaikan sementara berbahan kayu menjadi perhatian tersendiri, sehingga perbaikan permanen oleh BPJN diharapkan segera terlaksana dengan kualitas terbaik.
Dengan komitmen dari semua pihak, Husni yakin Jembatan Mahakam bisa pulih dan menjadi infrastruktur yang tahan banting sekaligus memberikan keamanan penuh bagi pengguna jalan dan transportasi sungai.