160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Iklan

Sabaruddin Panrecalle Bahas Tantangan Pemilukada Langsung dalam Penguatan Demokrasi Daerah ke-10 di Balikpapan

750 x 100 AD PLACEMENT

Divisi.id — Kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-10 yang digelar oleh DPRD Kalimantan Timur bersama Pemerintah Daerah kembali menjadi ruang dialog penting bagi masyarakat untuk memahami dinamika politik daerah. Dengan tema “Pemilukada Langsung: Masalah dan Tantangannya”, kegiatan ini berlangsung di Jl. Gunung Stelling No. 123 RT. 37, Kecamatan Balikpapan Utara, pada Rabu (22/10/2025) pukul 14.00 Wita hingga selesai.

Anggota DPRD Kaltim, H. Sabaruddin Panrecalle, S.S., M.A.P, membuka kegiatan dengan menegaskan pentingnya evaluasi terhadap pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam demokrasi.

Menurutnya, Pilkada langsung merupakan mekanisme yang baik dalam menjamin kedaulatan rakyat, namun masih menyisakan tantangan serius yang perlu disikapi bersama.

“Kita harus jujur bahwa Pilkada langsung memberi ruang besar bagi rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri. Tetapi di sisi lain, kita juga harus berani mengakui bahwa praktik politik uang, gesekan sosial, dan rendahnya literasi politik masih menjadi persoalan yang belum tuntas,” ujar Sabaruddin dalam sambutannya.

Ia menambahkan bahwa ke depan perlu ada penguatan pendidikan politik bagi masyarakat agar demokrasi tidak hanya menjadi seremoni lima tahunan, tetapi menjadi bagian dari kesadaran kolektif rakyat dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang baik.

Narasumber pertama, Pujangga Assari, S.Pd, menyoroti aspek pendidikan politik dan peran generasi muda dalam menjaga marwah demokrasi. Ia mengatakan bahwa kesadaran politik masyarakat masih perlu ditingkatkan agar proses Pemilukada benar-benar mencerminkan kehendak rakyat, bukan hasil mobilisasi politik semata.

“Banyak masyarakat yang masih melihat politik sebagai urusan elite. Padahal, setiap suara memiliki kekuatan besar dalam menentukan arah kebijakan daerah. Oleh karena itu, penting bagi kita membangun literasi politik yang kuat sejak dini,” jelas Pujangga.

Sementara itu, narasumber kedua, Suriansyah dari Partai Gerindra, menekankan pentingnya pengawasan publik dan transparansi dalam setiap tahapan Pemilukada. Ia menilai, demokrasi akan sehat jika masyarakat turut mengawal prosesnya secara aktif.

“Transparansi dan partisipasi adalah dua kunci utama. Tanpa pengawasan publik, potensi penyalahgunaan kekuasaan akan tetap besar. Pemilukada harus menjadi ajang kompetisi ide dan gagasan, bukan sekadar perebutan kekuasaan,” tegas Suriansyah.

Kegiatan ini dipandu oleh Salma Nur Alizha selaku moderator, yang menilai bahwa diskusi publik seperti ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap demokrasi dan politik lokal.

“Dialog seperti ini penting agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi, tetapi juga menjadi pelaku utama yang kritis dan cerdas dalam menentukan masa depan daerahnya,” ujar Salma.

Acara Penguatan Demokrasi Daerah ke-10 ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber. Antusiasme peserta menunjukkan bahwa isu Pemilukada langsung masih menjadi perhatian utama publik, terutama dalam upaya menciptakan demokrasi yang berkualitas, adil, dan berintegritas di Kalimantan Timur.(*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT