160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Iklan

Kasus Penyakit Menanjak, Fuad Fakhruddin Desak Deteksi Dini Diperluas

Fuad Fakhruddin, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim.
750 x 100 AD PLACEMENT

Divisi.id – Belakangan ini, peningkatan kasus penyakit infeksius di sejumlah kota besar di Kalimantan Timur mulai menimbulkan kekhawatiran publik. Lonjakan kasus yang terpantau di Samarinda dan Balikpapan membuat masyarakat meminta pemerintah memperketat edukasi kesehatan serta memperluas upaya pengendalian di lapangan.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Fuad Fakhruddin, menyampaikan bahwa situasi ini bukan lagi sebatas potensi, tetapi telah menjadi ancaman nyata di tengah masyarakat.

“Selama ini kita terus melakukan sosialisasi mengenai pentingnya pengetahuan penularan penyakit infeksius. Tapi sekarang kondisinya sudah terlihat jelas di depan mata,” ujarnya.

Fuad mengatakan peningkatan kasus tersebut harus menjadi alarm bagi semua pihak, terutama bagi instansi kesehatan dan pemerintah daerah agar bergerak lebih cepat dalam pengendalian epidemiologi.

Ia menjelaskan bahwa penyebaran penyakit yang dulunya rendah di beberapa daerah kini menunjukkan kecenderungan meningkat sehingga membutuhkan langkah tanggap darurat berbasis edukasi dan deteksi dini.

“Kita meminta pihak kesehatan dan pemerintah melakukan deteksi maksimal agar penyebaran ini tidak semakin luas dan tidak menambah kekhawatiran masyarakat,” tegasnya.

Fuad turut menyoroti faktor-faktor sosial yang berkontribusi pada meningkatnya kasus, khususnya perilaku pergaulan remaja dan penyimpangan seksual yang semakin sulit dikendalikan di lapangan.

Menurutnya, pola penyebaran yang dipengaruhi interaksi sosial tersebut menuntut pendekatan edukasi yang lebih intensif, menyeluruh, dan terbuka agar masyarakat memahami risiko dan langkah pencegahannya.

Ia mengakui bahwa sebagian besar masyarakat masih minim pengetahuan terkait bahaya dan cara penyebaran penyakit tersebut, sehingga informasi yang benar harus diberikan secara aktif oleh pemerintah.

Fuad menegaskan bahwa DPRD Kaltim tidak ingin masyarakat kehilangan kontrol atas situasi kesehatan, terutama di kota besar yang menjadi pusat aktivitas.

Dirinya meminta agar berbagai program kesehatan di daerah, mulai dari penyuluhan, pemeriksaan massal, hingga pendampingan kelompok rentan, diperkuat dan diperluas jangkauannya.

“Kita ingin penyebaran bisa dicegah sejak awal. Jangan sampai masyarakat terlambat menyadari akibatnya,” tambah Fuad.

Ia berharap agar seluruh pemangku kepentingan memiliki perhatian yang sama terhadap ancaman kesehatan ini sehingga langkah-langkah pengendalian bisa berjalan lebih cepat, tepat, dan tidak bersifat reaktif semata.

Fuad menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa persoalan kesehatan masyarakat adalah tanggung jawab bersama dan tidak boleh diremehkan, terlebih ketika angka kasus terus menunjukkan tren meningkat

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT