Dampak Tol Balsam: Pedagang Buah di Km 21 Alami Penurunan Omzet

Divisi.id – Setelah dibukanya pintu tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) di Jalan Soekarno Hatta Km 13, Karang Joang, Balikpapan Utara, pedagang buah di Km 21 mengalami penurunan omzet yang signifikan.

Buah yang dijual di Km 21 berasal langsung dari petani di sekitar daerah tersebut, termasuk buah mangga, cempedak, naga, pepaya, dan lainnya.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Adam, merespons permasalahan ini dengan menyatakan bahwa dampak dari adanya tol dari arah kota Balikpapan maupun dari kota Samarinda telah mempengaruhi penjual buah. Sebelum Tol Km 13 diresmikan, banyak pengendara yang mampir untuk membeli buah di lapak para petani.

“Selama berfungsinya tol, para pedagang merasakan omset penjualan turun drastis di bawah 50 persen,” ucap Muhammad Adam.

Adam berjanji untuk mendorong pemerintah agar pedagang dapat diberikan fasilitas lapak. Menurutnya, masih ada lahan di dua rest area tol Balsam yang minim penjual, dan pemerintah bisa memfasilitasi penjual buah agar beralih berjualan di rest area tersebut.

“Tolong perhatikan mereka, ini harus pemerintah yang menyiapkan,” pinta Adam.

Dia berharap bahwa persetujuan pemerintah untuk pemindahan lapak pedagang ke rest area tersebut dapat meningkatkan penghasilan dan perekonomian warga Km 21, khususnya para petani daerah.

“Tidak hanya itu, seluruh pengguna jalan tol bisa dengan mudah mendapatkan oleh-oleh khas Balikpapan,” tambahnya.

Seorang pedagang di daerah tersebut menjelaskan bahwa sebelum Tol Km 13 dibuka, pendapatan hasil penjualan buah mencapai Rp 300 ribu per hari, tetapi sekarang penurunan menjadi Rp 70 ribu per hari.

Ia juga mengharapkan memiliki warung sendiri agar tidak perlu menyewa, yang saat ini menghabiskan biaya sebesar Rp 400.000 per bulan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *