Divisi.id, BALIKPAPAN – Komitmen Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan dalam memperkuat sektor pendidikan kembali ditunjukkan melalui kehadiran Anggota Komisi IV, Sufyan Jupri, S.H., dalam kegiatan Sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun yang digelar Pokja Bunda PAUD Kecamatan Balikpapan Timur, Sabtu (2/8/2025).
Mengusung tema “Langkah Awal Menuju Generasi Emas Dimulai dari PAUD”, kegiatan ini berlangsung di aula Kecamatan Balikpapan Timur dan dihadiri oleh para penggerak PAUD, tenaga pendidik, orang tua, serta perwakilan lembaga pendidikan anak usia dini.
Dalam sambutannya yang juga mewakili Ketua DPRD Kota Balikpapan, Sufyan Jupri menegaskan bahwa program Wajib Belajar 13 Tahun bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan bentuk investasi jangka panjang dalam membangun generasi unggul dan berdaya saing di masa depan.
“Kami di DPRD, khususnya Komisi IV yang membidangi pendidikan, sangat mendukung langkah-langkah yang dilakukan Bunda PAUD dalam mengawal pendidikan sejak dini. Pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama. Jika pondasinya kuat, maka bangunan masa depan bangsa pun akan kokoh,” ujarnya.
Sufyan juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, DPRD, tenaga pendidik, dan masyarakat dalam menyukseskan program ini. Menurutnya, keberhasilan Wajib Belajar 13 Tahun sangat bergantung pada kesadaran bersama bahwa pendidikan harus dimulai sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan.
“Keberhasilan pendidikan bukan hanya soal fasilitas, tapi juga komitmen kita semua — mulai dari orang tua, pendidik, hingga pengambil kebijakan — untuk menempatkan anak-anak sebagai prioritas pembangunan,” tambahnya.
DPRD Balikpapan, lanjut Sufyan, berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan anggaran dan pengawasan yang berpihak pada peningkatan mutu pendidikan. Termasuk dukungan terhadap pelatihan guru PAUD, penyediaan sarana belajar yang layak, serta pemerataan akses pendidikan di seluruh wilayah Balikpapan.
Kegiatan sosialisasi ini juga menjadi ruang diskusi antara para pendidik dan pemangku kebijakan mengenai tantangan di lapangan, seperti keterbatasan tenaga pengajar dan sarana pembelajaran yang masih perlu diperkuat.
Sufyan menilai kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor agar pelaksanaan program Wajib Belajar 13 Tahun dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Membangun Generasi Emas Indonesia 2045 harus dimulai dari PAUD yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. DPRD akan terus mengawal agar kebijakan pendidikan di Balikpapan berpihak pada masa depan anak-anak kita,” pungkasnya.
Dengan dukungan penuh dari DPRD dan seluruh elemen masyarakat, Balikpapan diharapkan dapat menjadi salah satu kota yang berhasil mewujudkan pendidikan dasar yang merata, bermutu, dan berkelanjutan bagi seluruh warganya.(*/ADV/DPRDBalikpapan)