
Divisi.id – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Hj. Syahariah Masud, SE, melaksanakan kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-1 di Desa Muara Talake RT 04, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser, pada Jumat, 23 Januari 2026, pukul 15.00 WITA. Kegiatan ini menjadi upaya nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai demokrasi dan peran warga dalam pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Hj. Syahariah Masud menegaskan bahwa demokrasi tidak berhenti pada momentum pemilu semata, melainkan harus terus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari melalui partisipasi masyarakat.
“Demokrasi bukan hanya soal memilih saat pemilu, tetapi bagaimana masyarakat berani menyampaikan aspirasi, ikut mengawasi jalannya pemerintahan, serta terlibat aktif dalam pembangunan di daerahnya masing-masing,” ujar Hj. Syahariah Masud.
Ia menambahkan, penguatan demokrasi dari tingkat desa sangat penting agar kebijakan yang dihasilkan pemerintah benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat.
“Kalau masyarakat desa aktif dan paham demokrasi, maka pembangunan akan berjalan lebih tepat sasaran dan berkeadilan,” katanya.
Sementara itu, narasumber Drs. H. Andi Arfin, M.Si menjelaskan bahwa demokrasi yang sehat harus dibangun di atas kesadaran hukum, sikap toleransi, serta penghormatan terhadap perbedaan pendapat.
“Demokrasi itu memberi ruang kebebasan, tetapi juga menuntut tanggung jawab. Masyarakat perlu memahami aturan, menghargai perbedaan, dan menjaga etika dalam menyampaikan pendapat,” jelas Andi Arfin.
Ia juga menekankan pentingnya dialog dan musyawarah sebagai solusi dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.
“Kalau komunikasi dan musyawarah berjalan baik, potensi konflik bisa ditekan dan stabilitas daerah tetap terjaga,” tambahnya.
Narasumber lainnya, Saparuddin, menyoroti peran masyarakat desa sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas demokrasi di tingkat lokal. Menurutnya, nilai-nilai demokrasi sebenarnya telah lama hidup dalam budaya masyarakat desa.
“Musyawarah, gotong royong, dan keterlibatan warga dalam forum desa adalah bentuk nyata demokrasi yang harus terus dipertahankan dan diperkuat,” ujar Saparuddin.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan masukan dari warga terkait pelayanan publik, pembangunan desa, serta peran wakil rakyat dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Kegiatan ini dipandu oleh Burhanuddin selaku moderator yang mengarahkan jalannya dialog agar berlangsung tertib dan konstruktif.
Melalui kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ini, Hj. Syahariah Masud berharap masyarakat Desa Muara Talake semakin memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara serta mampu berperan aktif dalam menjaga demokrasi yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di Kalimantan Timur.(*)