160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Iklan

Nahkoda dan ABK Disandera Perompak Selama 27 Jam di Perairan Kalsel, Berhasil Diselamatkan

750 x 100 AD PLACEMENT

Divisi.id – Kapal patroli Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berhasil menyelamatkan kapten dan kru kapal yang telah disandera oleh perompak selama hampir 27 jam di perairan Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PPLP) kelas I Tanjung Priok segera bertindak untuk menyelamatkan korban dan kapal TB. Royal 27 / TK.

Kapal Royal 27 menjadi korban perompakan di perairan Kalsel saat sedang dalam perjalanan dari Muara Sampit ke Manggis.

Kemudian, Kapal patroli KN. Jembio P-125 melakukan pengawasan intensif terhadap kapal TB. Royal 27 / TK Royal 27 yang mengalami perompakan pada 4 Februari 2024 yang lalu.

“Saat ini awak kapal telah berhasil diselamatkan dan kapal sudah berlabuh di Perairan Pelaihari Asam Asam, Kalimantan Selatan,” dikutip dari keterangan pers Ditjen Hubla Kemenhub di laman Kemenhub RI.

Situasi terkini mencatat bahwa 14 awak kapal mengalami trauma pasca-insiden dan mereka sedang dalam proses pemulihan.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Jon Kenedi, menyampaikan kronologi insiden tersebut, yang dimulai dengan laporan dari kapten TB. Royal 27 tentang perompakan di tengah laut.

Awalnya, insiden perompakan tersebut dilaporkan saat kapal sedang berlayar dari Muara Sampit menuju Manggis.

Laporan disampaikan oleh Company Security Officer (CSO) PT. Pancaran Maritim Transportindo, Capt. Dwi Hardiyanto.

“Dalam menanggapi laporan tersebut, Kepala Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai kelas I Tanjung Priok, Triono, segera memerintahkan kapal Patroli KN. Jembio P-215 untuk mengejar dan menangkap pelaku perompakan sesuai prosedur Sistem Keamanan Maritim,” ucap Jon.

Jon menegaskan pentingnya respons yang cepat dan koordinasi yang baik dalam menangani situasi darurat seperti ini.

Selain itu, proses investigasi sedang berlangsung untuk menentukan kerugian yang dialami akibat insiden tersebut, termasuk kerusakan pada kapal dan alat navigasi, serta kerugian pribadi bagi para kru.

Lebih lanjut, Jon menekankan pentingnya berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti TNI, POLRI, dan stasiun radio pantai, dalam upaya menjaga keamanan maritim di wilayah perairan Indonesia.

“Informasi lebih lanjut akan disampaikan seiring berjalannya proses penanganan dan investigasi lebih lanjut terhadap insiden ini,” pungkasnya.(*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT