160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Iklan

Pemilukada Langsung Bukan Sekadar Pilih Pemimpin, tapi Wujudkan Harapan Rakyat

750 x 100 AD PLACEMENT

Divisi.id — Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Ekti Imanuel, menegaskan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap tantangan pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) langsung sebagai bagian dari penguatan demokrasi di tingkat daerah. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah (PDD) ke-10 yang digelar pada Rabu, 22 Oktober 2025, pukul 10.00 Wita, dengan mengusung tema “Pemilukada Langsung: Masalah dan Tantangannya”.

Dalam sambutannya, Ekti Imanuel menyampaikan bahwa pelaksanaan Pemilukada langsung merupakan bentuk nyata kedaulatan rakyat dalam menentukan pemimpinnya. Namun, ia juga mengingatkan bahwa sistem ini memiliki tantangan tersendiri, terutama dalam hal pendidikan politik, partisipasi masyarakat, dan potensi konflik sosial.

“Pemilukada langsung adalah wujud demokrasi yang memberi ruang besar bagi rakyat untuk memilih secara langsung pemimpin daerahnya. Tetapi kita juga harus jujur mengakui bahwa masih banyak tantangan yang harus dibenahi, seperti praktik politik uang, rendahnya literasi politik, dan potensi gesekan antarpendukung,” ujar Ekti Imanuel.

Lebih lanjut, Ekti mendorong seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda, untuk berperan aktif dalam mengawal proses Pemilukada agar berjalan jujur, adil, dan berintegritas.

“Demokrasi yang sehat lahir dari rakyat yang cerdas dan berani menolak politik transaksional. Tugas kita bersama untuk menjaga agar pesta demokrasi tetap bermartabat,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber kegiatan, Lorensius Balak, S.Sos, menjelaskan bahwa Pemilukada langsung sejatinya telah membawa banyak kemajuan bagi pembangunan daerah, karena masyarakat dapat langsung menilai dan memilih calon pemimpinnya berdasarkan rekam jejak dan kinerja.

“Sistem ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menilai langsung calon pemimpinnya, bukan hanya berdasarkan partai atau elit politik. Namun tantangan besar kita adalah memastikan bahwa setiap warga memiliki pemahaman politik yang baik agar tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan sesaat,” terang Lorensius Balak.

Ia juga menambahkan, penting bagi penyelenggara dan aparat terkait untuk menjaga netralitas dan memastikan setiap tahapan Pemilukada berjalan transparan.

Sebagai moderator, Melajuhari menegaskan bahwa diskusi semacam ini sangat penting dilakukan agar masyarakat lebih siap menghadapi dinamika politik daerah, terutama menjelang pelaksanaan Pemilukada serentak.

“Forum seperti ini membantu masyarakat memahami bukan hanya haknya untuk memilih, tapi juga tanggung jawabnya dalam menjaga suasana kondusif di tengah proses demokrasi,” ungkap Melajuhari.

Kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-10 ini berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Diskusi diakhiri dengan ajakan bersama untuk terus memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai demokrasi yang berkeadaban di Kalimantan Timur.(*)

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT