Divisi.id – Momen Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Samarinda yang ke-356 menjadi kebanggaan bagi warganya. Pada perayaan yang sama, Pemerintah Kota Samarinda merayakan ulang tahunnya yang ke-64 dengan menunjukkan komitmennya dalam mengatasi permasalahan banjir yang seringkali melanda kota tersebut.
Dibawah kepemimpinan Wali Kota Andi Harun dan Wakil Wali Kota Rusmadi Wongso, upaya pemerintah dalam memperbaiki dan meningkatkan sistem drainase di kota Samarinda menjadi sorotan.
Berbagai inisiatif pembangunan dan peningkatan saluran air dilakukan secara menyeluruh, menciptakan dampak positif yang dirasakan oleh warga.
Salah satu warga, Ibu Ernawati dari Jl Panjaitan, menyatakan bahwa sejak adanya pembangunan drainase, wilayah tempat tinggalnya tidak pernah lagi mengalami banjir.
“Meskipun terjadi genangan air di pinggir jalan karena air datang dari atas atau dari Mugerego, tapi itu cepat surut,” ujar Ibu Ernawati.
Warga Jl Antasari, Pak Edi juga menyampaikan bahwa semenjak adanya perbaikan drainase di Jl Antasari sudah tidak pernah banjir, meskipun hujan deras.
“Luar biasa, semenjak ada perbaikan drainase dari pemerintah, jalan di sini tidak pernah banjir walau hujan deras. Mungkin hanya di sekitar simpang sana saja karena air datang dari MT Haryono,” ucap Pak Edi.
Miftahul Jannah turut menyampaikan bahwa di daerah Jalan Pemuda, tidak pernah lagi terjadi banjir sejak pembangunan drainase dilakukan.
“Alhamdulillah, di daerah jalan pemuda ini tidak pernah banjir lagi semenjak di bangun drainase,” ungkap Miftahul Jannah.
Pendapat senada juga diungkapkan oleh Dian Anggraini, warga di Jl Dr. Sutomo bahwa sudah tidak pernah banjir lagi semenjak jalan dekat sungai diperbaiki saluran airnya.
“Di Dr Sutomo sudah tidak pernah banjir, soalnya jalan yg deket sungai itu sudah di bagusin dan diperbaiki saluran airnya, Tapi kadang aja di lembus masih banjir tapi tidak pernah lama sih,” ujar Dian Anggraini.
Namun, salah satu warga dari daerah Lempake, Yusuf, menyatakan bahwa meskipun sudah ada drainase, banjir masih terjadi dan menyebabkan kemacetan yang lama. Ia memberikan saran untuk memperdalam dan memperlebar drainase guna meningkatkan efektivitasnya.
“Tetap sama saja banjir setelah ada drainase. Mengakibatkan macet. Surutnya lama berjam jam. Mungkin saran diperdalam dan diperlebar drainasenya,” beber Yusuf.
Salah satu warga Jalan KS Tubun, Ibu Dewi juga mengatakan bahwa daerahnya masih sering mengalami banjir akibat luapan dari parit, yang memerlukan pembersihan rutin.
”Jalan di Ks Tubun masih sering banjir, karena luapan dari parit jadi harus sering-sering dikeruk. Kadang sampai tinggi naik ke atas airnya,” jelas Ibu Dewi.
Kemudian, Seorang warga Mugirejo, Adinda Putri, mengungkapkan bahwa meskipun telah ada drainase, banjir masih menjadi masalah.
“Mugirejo ini dari dulu sampe sekarang masih gini gini aja, selama aku tinggal dimugirejo, aku ngerasain hujan dikit banjir, memang sedikit berkurang banjirnya karena dibuatkan drainase, tapi sekali banjir sama aja, dalam dan tidak ada jalan pintas kalau sudah mugirejo banjir,” ungkap Adinda.
Menurutnya, alasan masih banjir di Mugerejo karena parit-parit di depan rumah warga atau ruko/toko kurang terawat dan akibat jebolnya tambang di daerah Lubuk Sawah.
”Dikasih drainase aja tidak begitu cukup untuk menangkal banjir, karna kayak parit-parit didepan rumah rumah warga atau ruko/toko itu gak dibersihkan paritnya, selalu tersumbat, ga lancar perjalanan air nya. Terus juga ada isu tambang di daerah mugirejo, di daerah lubuk sawah, nah itu katanya yang jadi penyebab banjir nya mugirejo,” bebernya.
Wali Kota Andi Harun, dalam upacara peringatan HUT Kota Samarinda, menyatakan keyakinannya bahwa pemerintah kota akan berhasil menyelesaikan program infrastruktur yang telah direncanakan, termasuk upaya signifikan dalam mengatasi banjir.
“Kami terus berkomitmen hingga diakhir masa pemerintahan yang kami pimpin. Bahwa pengendalian banjir adalah program yang super prioritas, sehingga APBD kota Samarinda akan diarahkan secara maksimal untuk program pengendalian banjir secara bertahap dari tahun ke tahun. Dengan rendah hati, kami ingin menyampaikan kepada seluruh masyarakat, sejak tahun 2021, yang dimaksimalkan di tahun 2022, kita melakukan intervensi dengan berbagai macam program pengendalian banjir yang kita lakukan,” ujar Andi Harun.
Tentu lanjutnya ditengah terbatasnya kemampuan pembiayaan alokasi anggaran, apalagi diawal kepemimpinan dihadapkan persoalan pandemi Covid-19 yang akhirnya bisa dilewati bahkan mampu bangkit.
Andi Harun menyebutkan dengan peningkatan anggaran tersebut, pihaknya bisa melakukan intervensi pengendalian banjir di Simpang Alaya, DI Pandjaitan, PM Noor, Gunung Lingai dan sekitarnya.
“Sejak dua hari lalu diguyur hujan demikian deras, dimana daerah tadi biasanya menjadi langganan, Alhamdulillah berkat izin Allah SWT karena kekompakan kita semua sudah relatif bebas dari banjir. Tentu bebas murni belum,” tandasnya.
Lebih lanjut, Ia menyampaikan bahwa juga akan melakukan pengendalian banjir hampir di semua kecamatan dan di tahun depan akan mulai memfokuskan di kawasan Sungai Kunjang dan sekitarnya.