Dinkes Kaltim Ajak Masyarakat Kenali Gejala Stroke dan Hindari Risiko

Divisi.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) mengimbau masyarakat untuk mengenali sejak dini gejala stroke, mengingat Kaltim menduduki peringkat pertama dalam prevalensi stroke di Indonesia dengan angka mencapai 14,7 persen atau sekitar 2,1 juta jiwa.

Sebagai upaya tersebut, Dinkes Kaltim menyelenggarakan seminar kesehatan tentang stroke di Kantor Gubernur Kaltim, pada Kamis (26/10/2023).

Perwakilan Himpunan Dokter Neurologi Kaltim, Fajar Prabowo, menegaskan bahwa stroke dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia.

Ia mengemukakan bahwa salah satu mitos seputar penyakit tersebut adalah anggapan bahwa hanya orang tua yang rentan terkena stroke. Faktanya, stroke bisa menyerang siapa saja.

“Penyakit stroke dapat dicegah dengan menghindari perilaku hidup tidak sehat, yang berisiko menimbulkan penyakit stroke. Di antaranya, penggunaan tembakau dan mengkonsumsi makanan atau minuman manis dan makanan berlemak,” ungkap Fajar saat menjadi narasumber dalam seminar Dinkes Kaltim.

Fajar menjelaskan komplikasi yang sering timbul akibat stroke adalah kelumpuhan di beberapa bagian tubuh dalam jangka panjang.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sekitar 80 persen penduduk Indonesia tidak memiliki pengetahuan mengenai gejala stroke, sehingga penanganan stroke seringkali tertunda. Maka, diperlukan penanganan yang cepat untuk dapat mempercepat proses kesembuhan pasien.

“Jika pasien tidak ditangani dalam waktu kurang dari 10 menit, sel saraf otak yang mati atau rusak akan semakin meningkat. Ini menjadi faktor utama yang menghambat kesembuhan pasien,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *