Dinkes Kaltim Upayakan Pelayanan Kesehatan yang Aksesibel Bagi Semua

Divisi.id – Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Kaltim), Setyo Budi Basuki menyatakan pentingnya peningkatan dua aspek penting terkait program keluarga berencana (KB) dan pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas di Kaltim.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Pelatihan Pelayanan Kontrasepsi bagi Bidan di Fasilitas Kesehatan (Angkatan II) serta Orientasi Pelayanan Kesehatan bagi Penyandang Disabilitas Tingkat Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2023, yang diselenggarakan di Hotel Ibis Samarinda, Selasa (07/11/2023).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta pelatihan yang telah berkomitmen untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kaltim, khususnya dalam hal program KB dan pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas,” tutur Basuki.

Ia menerangkan bahwa Program KB sebagai salah satu strategi penting dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi di Indonesia.

Kemudian, ia menyampaikan bahwa partisipasi aktif dalam KB di Kaltim mencapai 64 persen, namun penggunaan metode KB modern masih rendah, hanya mencapai 57 persen.

“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini, para bidan di fasilitas kesehatan dapat memberikan pelayanan kontrasepsi yang berkualitas, sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masyarakat, serta mengedukasi mereka tentang manfaat dan efek samping dari berbagai metode KB,” ujarnya.

Lebih lanjut, Basuki menyoroti pentingnya pelayanan kesehatan inklusif dan aksesibel bagi penyandang disabilitas, sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.

“Kami mengharapkan dengan adanya orientasi ini, fasilitas kesehatan dapat memberikan keamanan, kenyamanan, perlindungan, dan kemudahan bagi penyandang disabilitas dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, terpadu, dan berkelanjutan,” bebernya.

Acara pelatihan diikuti oleh sekitar 100 peserta dari berbagai fasilitas kesehatan di Kalimantan Timur, termasuk bidan, dokter, perawat, dan petugas kesehatan lainnya, baik secara langsung maupun daring.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *