160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Iklan

DPRD Kaltim Minta Pemprov Bangun RS Khusus Disabilitas dan Lansia

Muhammad Husni Fahruddin, Anggota Komisi II DPRD Kaltim
750 x 100 AD PLACEMENT

Divisi.id – Ketersediaan layanan kesehatan yang ramah bagi penyandang disabilitas dan lansia kembali menjadi sorotan DPRD Kalimantan Timur. Di tengah pertumbuhan penduduk dan peningkatan kebutuhan layanan kesehatan khusus, Kaltim dinilai belum memiliki fasilitas memadai yang mampu memberikan pelayanan komprehensif untuk kelompok rentan tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Muhammad Husni Fahruddin, menegaskan bahwa pembangunan rumah sakit khusus bagi lansia dan penyandang disabilitas harus segera diprioritaskan pemerintah daerah. Ia menilai kebutuhan itu bukan lagi wacana, melainkan tuntutan nyata di lapangan.

“Kalau kita bicara disabilitas dan lansia, mereka ini memiliki kebutuhan kesehatan yang berbeda dan harus ditangani secara khusus,” ujar Husni.

Ia menjelaskan bahwa selama ini penyandang disabilitas sering kali mengalami hambatan ketika harus mengakses layanan kesehatan umum, mulai dari fasilitas yang tidak ramah difabel hingga kurangnya tenaga medis yang memahami kebutuhan mereka. Kondisi ini menurutnya membuat pelayanan menjadi tidak optimal.

Husni menekankan bahwa Kaltim sebagai daerah penyangga IKN seharusnya mempersiapkan infrastruktur kesehatan yang lebih lengkap, termasuk fasilitas khusus untuk kelompok rentan. Ia menyebut pembangunan rumah sakit semacam itu sudah dilakukan di beberapa provinsi lain dan terbukti memberi dampak positif.

“Kita harus mulai berpikir jauh ke depan. Kaltim tidak boleh tertinggal dari provinsi lain yang sudah punya rumah sakit khusus disabilitas dan lansia,” tegasnya.

Selain itu, ia menilai bahwa pertumbuhan jumlah lansia di Kaltim dari tahun ke tahun semakin meningkat. Jika tidak dipersiapkan sejak awal, maka fasilitas kesehatan umum akan semakin kewalahan melayani kebutuhan mereka.

Menurut Husni, keberadaan rumah sakit khusus bukan hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga menjadi pusat pemulihan, rehabilitasi, dan edukasi bagi keluarga dan masyarakat. Ia menilai pendekatan komprehensif itulah yang dibutuhkan agar kualitas hidup penyandang disabilitas dan lansia bisa terus meningkat.

Ia juga mendorong pemerintah untuk bersinergi dengan akademisi, organisasi disabilitas, serta lembaga swasta dalam memetakan kebutuhan dan mendesain layanan yang sesuai standar. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar fasilitas tersebut benar-benar memberikan manfaat.

Husni menambahkan bahwa Komisi II DPRD Kaltim akan terus mengawal usulan tersebut agar dapat diakomodasi dalam perencanaan anggaran dan program prioritas pemerintah daerah. Ia berharap gagasan ini bisa menjadi perhatian serius dalam penyusunan kebijakan kesehatan lima tahun ke depan.

Ia meyakini bahwa keberadaan rumah sakit khusus akan menjadi terobosan penting untuk memastikan tidak ada warga Kaltim yang terpinggirkan dalam mendapatkan layanan kesehatan layak dan manusiawi.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT