Divisi.id – Keretakan pada bangunan lantai 2 SMA Negeri 14 Samarinda menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Subandi. Meski belum melakukan peninjauan langsung, ia menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi bangunan yang masih tergolong baru namun sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Subandi menilai kejadian ini sebagai sesuatu yang tidak wajar. Ia menekankan bahwa usia bangunan yang belum genap dua tahun seharusnya belum menunjukkan retakan, apalagi sampai terjadi pergeseran struktur seperti yang dilaporkan.
“Dengan informasi ya, saya belum melihat langsung kondisi sekolah SMA 14 yang informasinya dalam tanda petik membahayakan, infonya lantai 2-nya itu terlihat pada retak dan tentunya ini kita sangat sayangkan karena usia bangunan itu kan belum 2 tahun ya, SMA 14 baru melangkah 2 tahun, artinya masih termasuk bangunan baru,” ujar Subandi.
Ia pun mempertanyakan kualitas pekerjaan dari pihak pelaksana proyek. Menurutnya, bila benar terdapat kerusakan struktural, pihak kontraktor harus bertanggung jawab penuh sesuai dengan ketentuan masa garansi bangunan.
“Nah ini, saya berharap pelaksana dalam hal ini (pelaksana pekerjaan) yang harus bertanggung jawab tentunya ini kan masih ada masa-masa garansi dan lain sebagainya,” tegasnya.
Kondisi gedung yang tidak layak pakai dapat berdampak pada kenyamanan dan keselamatan siswa serta tenaga pengajar. Subandi mengaku prihatin karena situasi ini dapat mengganggu proses belajar-mengajar di sekolah.
“Saya sangat menyayangkan kalau kemudian terjadi ratakan-ratakan yang tentunya ini membuat siswa dan para guru tidak nyaman,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa informasi yang ia terima menyebutkan adanya retakan yang signifikan, bahkan cenderung mengarah pada pergeseran struktur. Hal ini tentu memerlukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan tingkat keparahan dan risiko yang ditimbulkan.
“Bagaimana mungkin gedung baru, baru usia 2 tahun, tapi kondisinya sudah retak. Informasinya, retakannya itu ada dan bahkan cenderung pergeseran. Nah ini sangat disayangkan,” katanya.