160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Iklan

Infrastruktur Lumpuh, Ekonomi Terhambat: DPRD Minta Gubernur Kaltim Tidak Ingkar Janji

Anggota DPRD Kaltim, Abdul Rahman Agus. (Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

Divisi.id – Kondisi memprihatinkan jalan penghubung antara Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu) kembali menjadi sorotan tajam DPRD Kalimantan Timur. Kali ini, Anggota DPRD Kaltim Abdul Rahman Agus menagih keseriusan Pemerintah Provinsi Kaltim untuk menepati janji memperbaiki jalur vital yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Jalan poros yang dimulai dari titik nol Tering (Kubar) hingga Simpang PT RTC di Kampung Mamahak Teboq, Long Hubung, memang masih berstatus non-status. Namun beberapa ruas jalan itu disepakati menjadi tanggung jawab Pemprov Kaltim, sedangkan sisanya hingga Kampung Long Melaham, Long Bagun ditangani melalui dana APBN.

Abdul Rahman Agus menekankan pentingnya komitmen yang konkret, bukan sekadar janji, dari Pemprov Kaltim maupun pemerintah pusat. Ia menyebut masyarakat sudah terlalu lama menanggung penderitaan akibat akses yang buruk. Jalan rusak, becek, hingga putus total menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga Mahulu yang ingin ke Kubar maupun ke Samarinda.

“Sebab, selama ini masyarakat setempat selalu mengeluh karena kesulitan saat melakukan perjalanan ke luar daerah, seperti ke Kubar hingga ke Samarinda,” ujarnya prihatin.

Politisi PAN dari daerah pemilihan Kubar-Mahulu mengaku telah beberapa kali menyampaikan langsung kepada Gubernur Kaltim mengenai urgensi perbaikan jalan tersebut. Ia menyebutkan, sudah banyak aspirasi yang masuk dari masyarakat, tidak hanya terkait infrastruktur jalan, tetapi juga pembangunan di sektor lain yang mendesak.

“Kami sudah beberapa kali bertemu dengan Pak Gubernur dan menyampaikan langsung mengenai akses Kubar-Mahulu. Kita berharap bisa segera ditangani,” ujar Agus.

Abdul Rahman mengungkapkan bahwa Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, bahkan sudah meninjau langsung kondisi jalan yang berlumpur saat berkunjung ke Mahulu sebelum resmi dilantik. Pada kunjungan itu, sang gubernur sempat menyampaikan komitmennya untuk mempercepat pembangunan jalan poros tersebut.

“Pasca kunjungan beberapa waktu lalu itu, beliau berkomitmen ingin membangun jalan Kubar-Mahulu,” ungkap legislator Dapil Kubar-Mahulu itu.

Namun, Agus kembali mengingatkan bahwa komitmen tanpa tindakan nyata tidak akan berarti apa-apa. Masyarakat Mahulu sudah menunggu terlalu lama. Bahkan, ia menyebut buruknya infrastruktur menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi di wilayah perbatasan yang sangat potensial tersebut.

“Kita lihat dalam setahun ini dimana komitmen kita sebagai DPRD provinsi kita nge-push beliau (Gszubernur Kaltim, red). Insya Allah tahun ini beliau komitmen,” terang Agus.

Kondisi jalan diperparah dengan bencana longsor di Kenalung, Kampung Mamahak Besar, yang memutus total akses jalan. Bencana itu memperjelas betapa gentingnya kebutuhan infrastruktur layak di Mahulu, kabupaten yang kini telah berusia 11 tahun, namun masih menghadapi keterisolasian.

Wakil Bupati Mahulu, Yohanes Avun, juga terus menyuarakan keresahan masyarakat. Ia menegaskan bahwa sebagian ruas memang telah diperbaiki, namun sebagian besar masih dalam kondisi sangat buruk.

“Kami harap yang masih berlumpur ini bisa segera dilakukan perbaikan, maaf warga kami di sini,” katanya

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT