160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Iklan

Komisi IV Serukan Pemerataan Akses, Bukan Sekadar Kejar Nama Besar

H. Baba, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim
750 x 100 AD PLACEMENT

Divisi.id – Setiap tahun ajaran baru, fenomena yang sama kembali terulang. Siswa dan orang tua berbondong-bondong memilih sekolah-sekolah yang dianggap favorit, meski pilihan itu membuat sebagian besar sekolah lainnya jadi kurang diminati. Hal ini menciptakan ketimpangan serius dalam proses penerimaan siswa baru di Kalimantan Timur.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, H. Baba, mengungkapkan bahwa kapasitas sekolah di provinsi ini sejatinya cukup untuk menampung seluruh lulusan SMP dan Madrasah. Namun, kenyataannya, distribusi siswa tidak merata karena kecenderungan masyarakat hanya tertarik pada sekolah yang dianggap unggulan.

“Sekaltim pada prinsipnya untuk keseluruhan tidak bermasalah. Cuman rata-rata anak-anak kita ini hanya memilih ke satu sekolah tertentu yang dianggap unggulan,” kata H. Baba saat ditemui usai rapat kerja Komisi IV DPRD Kaltim.

Ia menambahkan, bila para orang tua dan siswa mau membuka diri terhadap semua pilihan yang ada, maka permasalahan daya tampung ini sebenarnya bisa teratasi. Sayangnya, anggapan bahwa hanya sekolah tertentu yang layak dijadikan tempat menimba ilmu masih terlalu kuat di kalangan masyarakat.

“Tapi pada prinsipnya kalau kita membagi daripada seluruh lulusan SMP atau Madrasah itu semua bisa tertampung kalau kita sesuai dengan itu,” lanjutnya.

Menurut Baba, persepsi tentang sekolah unggulan ini tidak tumbuh sendirinya. Ia terbentuk dari reputasi masa lalu, nilai akademik, atau bahkan lokasi yang dianggap lebih strategis. Namun, konsekuensinya, sekolah-sekolah lain yang juga berkualitas akhirnya tidak mendapat kesempatan yang sama untuk berkembang.

“Ini kadang-kadang anak-anak kita yang maunya ke sekolah tertentu. Ini yang jadi masalah kita,” ucap Baba.

Ia tidak menampik bahwa kecenderungan ini bisa menimbulkan ketegangan, bahkan berpotensi membuka ruang untuk pelanggaran aturan dalam proses penerimaan.

Karena itu, Komisi IV DPRD Kaltim mendorong kesadaran kolektif semua pihak untuk memberi perhatian yang sama kepada seluruh satuan pendidikan. Baba yakin, setiap sekolah memiliki potensi menjadi unggulan jika diberikan kesempatan dan dukungan yang setara.

Pemerataan ini juga sangat penting untuk menghindari kejenuhan sistem dan menurunkan tekanan berlebih pada sekolah favorit yang daya tampungnya terbatas. Jika distribusi siswa merata, proses PPDB bisa berjalan lebih tertib dan adil.

Baba juga berharap agar pola pikir masyarakat perlahan mulai berubah. Ia mengajak orang tua untuk tidak hanya terpaku pada nama besar sekolah tertentu, melainkan melihat potensi dan kualitas semua sekolah yang tersedia.

“Kalau semua terbuka, distribusinya akan lebih baik. Yang penting semua anak bisa sekolah, bukan hanya masuk ke sekolah yang dianggap paling favorit,” pungkasnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT