Divisi.id – Kalimantan Timur bersiap menjadi tuan rumah kegiatan internasional bertajuk Dialog Serantau Budaya Nusantara Kalimantan pada 18–20 Juni mendatang. Acara ini akan mempertemukan seniman dan budayawan dari Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia.
Sebagai tuan rumah, Kaltim memiliki tanggung jawab besar untuk menyukseskan kegiatan ini, baik dari sisi teknis maupun mutu pelaksanaan. Apalagi, kegiatan ini disebut sebagai bentuk kepercayaan internasional terhadap reputasi budaya daerah.
“Ini bentuk kepercayaan. Maka, kita harus bisa mengemas kegiatan ini dengan baik, agar sesuai dengan target dan tujuan,” ujar Sarkowi V Zahry, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim.
Dialog Serantau sebelumnya telah dilangsungkan di Brunei Darussalam. Kali ini, Kalimantan Timur dipercaya menggelarnya di Indonesia. Oleh karena itu, kualitas pelaksanaan menjadi tolok ukur keberhasilan dan juga wajah Kaltim di mata negara tetangga.
Pemotongan anggaran sempat menjadi kendala bagi panitia penyelenggara. Namun, menurut Sarkowi, hal itu bisa diselesaikan lewat pembahasan intensif dengan Sekretaris Daerah (Sekda) dalam rapat Badan Anggaran DPRD.
“Awalnya memang ada pemotongan anggaran, namun setelah pembahasan di rapat Banggar bersama Bu Sekda, kami sampaikan bahwa pengurangan anggaran harus berdasarkan parameter yang jelas,” katanya.
Akhirnya, anggaran kegiatan yang sempat dipangkas tersebut berhasil dikembalikan setelah dipertimbangkan bahwa acara ini menyangkut nama baik daerah di mata internasional. Hal ini dianggap sebagai bentuk komitmen DPRD dalam mendukung kemajuan kebudayaan.
“Salah satu parameter itu adalah bahwa kegiatan yang sudah ditetapkan jauh hari dan menyangkut nama baik daerah, tidak boleh dikurangi anggarannya,” lanjut Sarkowi.
Ia juga berharap agar para seniman dan budayawan daerah bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan karya terbaik mereka. Kaltim dinilai memiliki potensi besar dalam bidang kebudayaan, namun sering kali kurang didukung dari sisi anggaran.
Dengan dukungan anggaran yang cukup dan perencanaan yang matang, Dialog Serantau ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kebudayaan di Kaltim, sekaligus meningkatkan jejaring kerja sama budaya antarnegara di kawasan Nusantara.
DPRD Kaltim juga memastikan akan terus memantau kesiapan kegiatan ini, agar penyelenggaraan berjalan lancar dan memberi dampak positif bagi sektor budaya dan pariwisata daerah.