
Divisi.id – Safari Syawal 1446 H di Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman jadi momen penting bagi Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah dalam memperluas fungsi masjid. Bukan hanya tempat ibadah, masjid kini jadi pusat pengendalian inflasi, layanan kesehatan, hingga pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha).
Dalam sambutannya, Edi meresmikan Kios Pengendalian Inflasi Idaman, program kolaborasi antara Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kukar, Pemkab, dan CSR perusahaan seperti PT MHU dan PT MGRM.
“Kios ini hadir dua kali seminggu, menyasar warga prasejahtera. Ke depan, akan dibuka lebih luas untuk umum,” ujarnya.
Kios menjual bahan pokok strategis dengan harga stabil, jadi solusi konkret melawan inflasi pangan.
Tak hanya soal ekonomi, Bupati Edi juga meresmikan Pos Pelayanan Kesehatan Masjid Agung. Layanan cek kesehatan ini hadir tiap Jumat dan Minggu, menyatu dengan agenda Car Free Day (CFD) warga Tenggarong.
“Masjid harus hadir sebagai pusat kemaslahatan. Saat CFD, warga bisa sekalian cek kesehatan di masjid,” tambahnya.
Masih dalam satu rangkaian, Pemkab Kukar juga menggulirkan pelatihan dan sertifikasi Juru Sembelih Halal. Sebanyak 40 peserta mengikuti batch pertama program ini.
“Saya minta ke depan pelatihan dilakukan berbasis desa dan kelurahan. Ini profesi penting yang berkaitan langsung dengan kehalalan pangan,” tegas Edi.
Langkah ini juga jadi solusi untuk keterbatasan SDM di rumah potong hewan milik Pemkab.
Safari Syawal kali ini menegaskan semangat kolaborasi. Dari masjid, program-program strategis diluncurkan untuk menjawab kebutuhan konkret masyarakat mulai dari harga pangan, layanan kesehatan, hingga standar halal.
“Bukan sekadar seremoni keagamaan. Ini bagian dari cara kita membangun Kukar secara kolaboratif dan inklusif,” tutup Edi.