SAMARINDA Divisi.id – Wali Kota Samarinda Andi Harun mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan bahan bakar minyak (BBM), menyusul kenaikan harga BBM non-subsidi yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menilai, kenaikan tersebut tidak lepas dari berbagai faktor eksternal yang saling berkaitan. Mulai dari konflik geopolitik, tekanan ekonomi global, hingga gangguan pada jalur distribusi energi yang berdampak luas, termasuk ke Indonesia.
“Situasi ini dipengaruhi faktor eksternal, seperti konflik di Timur Tengah dan kondisi ekonomi global yang berimbas pada distribusi,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut adanya kesadaran kolektif dari masyarakat untuk mengelola penggunaan BBM secara lebih efisien. Ia menegaskan, penghematan tidak selalu berkaitan dengan kemampuan ekonomi, melainkan bagian dari sikap bijak dalam menghadapi ketidakpastian pasokan energi.
“Bukan soal mampu atau tidak, tetapi bagaimana kita bersikap bijak. Pasokan BBM bisa saja terganggu sewaktu-waktu,” tegasnya.
Ia pun mengimbau warga agar mulai mengurangi penggunaan kendaraan untuk keperluan yang tidak mendesak. Penggunaan BBM, kata dia, sebaiknya difokuskan pada kebutuhan penting, baik untuk pekerjaan maupun keperluan keluarga.
“Kalau tidak terlalu penting, sebaiknya ditunda. Gunakan BBM untuk hal-hal yang memang diperlukan,” katanya.
Pemerintah Kota Samarinda berharap imbauan ini dapat menjadi perhatian bersama, sehingga konsumsi energi masyarakat tetap terkendali di tengah dinamika global yang masih fluktuatif.