Divisi.id – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur (Kaltim) akan meluncurkan program baru bernama Pemusatan Latihan Olahraga Mahasiswa (PPLM) pada tahun 2026. Program ini dirancang untuk memperkuat jalur pembinaan atlet yang telah menamatkan pendidikan menengah dan melanjutkan ke perguruan tinggi.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading, mengungkapakan, langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pembinaan prestasi olahraga daerah agar tidak terputus setelah jenjang SMA. Program PPLM menyasar lulusan dari berbagai sekolah olahraga seperti SKOI maupun SPOPDA yang masih memiliki potensi besar di dunia olahraga.
“Banyak lulusan SMA, SKOI atau SPOPDA yang ingin lanjut kuliah, dan mereka masih punya potensi besar untuk dibina. PPLM ini menjembatani agar proses latihannya tidak terputus hanya karena mereka memasuki jenjang mahasiswa,” ungkapnya.
Tidak seperti akademi olahraga yang selama ini fokus pada tingkat pelajar, PPLM akan mengadopsi skema pembinaan desentralisasi. Atlet akan menjalani latihan intensif sekaligus menempuh pendidikan di perguruan tinggi mitra. Rasman menyebut porsi kegiatan dirancang sedemikian rupa agar tidak mengorbankan salah satu aspek, baik akademik maupun latihan.
“Target kami porsinya 70 persen untuk latihan dan kejuaraan, 30 persen kuliah. Kita kerja sama dengan kampus-kampus yang punya prodi olahraga agar waktu belajar mereka bisa fleksibel. Jadi tidak mengganggu proses latihan,” lanjutnya.
Beberapa kampus telah dilirik sebagai mitra potensial, seperti Universitas Mulawarman (Unmul) dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT). Meski demikian, kerja sama tersebut masih dalam tahap penjajakan dan bersifat terbuka untuk kampus lain yang memiliki program studi keolahragaan.
“Kami tidak membatasi asal kampusnya. Yang penting ada kemauan kerja sama. Kita ingin pastikan anak-anak ini bisa terus berlatih, ikut kejuaraan, dan tetap kuliah tanpa harus memilih salah satu,” tambah Rasman.