160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Iklan

Kasus Gondongan Meningkat, Dinkes Kaltim Gencarkan Langkah Pencegahan

Foto : Kasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kaltim, dr. Ivan Hariyadi
750 x 100 AD PLACEMENT

Divisi.id – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) melaporkan lonjakan signifikan kasus gondongan sepanjang tahun 2024 di berbagai wilayah.

Hingga September, jumlah kasus telah mencapai 1.000, dengan Samarinda dan Balikpapan menjadi pusat penyebaran utama.

Setiap kota besar ini mencatatkan 300 kasus, angka yang cukup signifikan mengingat penyakit ini sebenarnya dapat dicegah melalui upaya preventif yang lebih ketat.

Kasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kaltim, dr. Ivan Hariyadi, menjelaskan bahwa gondongan merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang kelenjar ludah, terutama kelenjar parotis yang terletak di depan telinga.

Infeksi menyebabkan peradangan pada kelenjar tersebut, yang kemudian memunculkan gejala khas berupa pembengkakan di daerah rahang dan pipi.

“Gondongan ini kan dasarnya parotitis, yaitu radang pada kelenjar ludah. Penyakit ini biasa menyerang anak-anak dan menular,” ujar dr. Ivan, saat diwawancarai di Samarinda.

Selain Samarinda dan Balikpapan, beberapa daerah lain di Kaltim juga mengalami lonjakan kasus gondongan. Di Kutai Timur, tercatat sebanyak 233 kasus, sementara Bontang dan Berau masing-masing melaporkan 148 kasus.

Paser mencatat angka yang sedikit lebih rendah dengan 45 kasus, sementara Kutai Kartanegara menjadi wilayah dengan jumlah kasus terendah, yakni 5 kasus.

Meski gondongan bukanlah penyakit yang mematikan, dr. Ivan menegaskan bahwa penyakit ini cukup mengganggu, terutama bagi anak-anak yang terkena.

“Memang gondongan ini tidak mematikan, tetapi cukup membuat anak-anak harus beristirahat total selama dua minggu. Selama periode tersebut, mereka juga masih bisa menularkan penyakit kepada orang lain,” jelasnya.

Menurut dr. Ivan, masa penularan gondongan dapat berlangsung hingga dua minggu sejak pertama kali gejala muncul.

Hal tersebut sering kali membuat anak-anak yang sudah merasa sedikit lebih baik ingin segera kembali beraktivitas, termasuk kembali ke sekolah, meskipun mereka sebenarnya masih dalam masa menular.

“Masalahnya, anak-anak yang sudah merasa lebih baik biasanya bosan di rumah dan ingin segera kembali ke sekolah. Padahal, mereka masih bisa menularkan virus ke teman-temannya. Ini yang menyebabkan penyebaran penyakit tidak berhenti,” tutupnya.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT