Divisi.id – Tim Bina Marga dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda, sebagai pengelola proyek fisik terowongan sepanjang 400 meter, berencana melakukan penggalian dari dua sisi.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Samarinda, Budy Santoso, menjelaskan bahwa progres pembangunan terowongan tengah Samarinda saat ini telah mencapai 39 persen.
Kemudian, untuk pekerjaan inlet, yang dikerjakan oleh PT Pembangunan Perumahan (PP), tengah mempersiapkan badan jalan dan perbaikan lapis pondasi untuk jalan utama.
“Untuk pekerjaan di tunnel, terus berjalan kegiatan ekskavasi serta shotcrete dan pemasangan steel rib,” ucap Budy Santoso.
Ia juga menyampaikan bahwa dari keterangan tim pembebasan lahan yakni bidang Pertanahan DPUPR Samarinda, pembebasan lahan dari sisi Jalan Kakap kini telah mencapai tahap akhir.
Beberapa lahan yang masih dalam proses pembebasan sedang dalam komunikasi dan solusi terakhir untuk konsinyasi.
Namun, sebagian besar sedang proses pembongkaran mandiri oleh pemiliknya yang sudah menerima dana ganti untung dari pemerintah.
“Nantinya setelah lahan klir akan dilanjut pekerjaan penggalian untuk outlet,” bebernya.
Untuk mempercepat proyek, kesiapan alat berat akan ditambah menjadi dua set dengan tujuan untuk mempercepat pekerjaan penggalian dari dua arah.
Pemerintah kecamatan juga berencana memberi batasan waktu satu minggu kepada warga untuk melakukan pembongkaran mandiri.
“Rencananya Senin (hari ini) pemerintah kecamatan akan menyurati warga untuk diberi batasan waktu pembongkaran satu minggu. Biar segera gali dari dua sisi,” tegasnya.
Sebagai informasi, terowongan Samarinda memiliki panjang sekitar 400 meter, lebar galian 12,8 meter, dan tinggi 10,5 meter. Setelah selesai, ukuran operasionalnya akan disesuaikan menjadi lebar 9 meter dan tinggi sekitar 5,4 meter.
Proyek terowongan Samarinda, dengan biaya Rp 395 miliar dari APBD Samarinda dan skema pembiayaan tahun jamak (multiyears contract atau MYC), diharapkan selesai pada akhir tahun ini.
Akses tersebut diharapkan dapat mengurangi kemacetan di Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Kecamatan Samarinda Ilir.