
Divisi.id – Kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah ke-4 dengan tema “Human Security” sukses digelar di Kelurahan Gunung Seteleng, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Acara ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat tentang keamanan manusia dalam konteks demokrasi dan pembangunan daerah.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Hj. Syahariah Masud, SE, selaku penggagas acara tersbut turut hadir sebagai pembicara kunci. Dalam pemaparannya, ia menyanpaikan pentingnya keamanan fisik, perlindungan hak ekonomi, sosial dan lingkungan.
“Human security bukan hanya tentang keamanan fisik, tetapi juga perlindungan hak ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pemerintah daerah harus memastikan bahwa kebijakan yang dibuat benar-benar melindungi masyarakat, terutama kelompok rentan,” jelas Syahariah, Selasa (29/4/2025).
Nadhitul Amalia, perwakilan dari Dinas P3AP2KB, menyoroti pentingnya perlindungan perempuan dan anak dalam mewujudkan keamanan manusia.
“Kekerasan dalam rumah tangga, perkawinan anak, dan diskriminasi gender masih menjadi tantangan. Kami mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan kasus-kasus kekerasan agar penanganannya lebih cepat dan efektif,” jelasnya.
Sementara itu, Mifta Hul Zannah, narasumber kedua, menambahkan perspektif keamanan sosial dengan mengatakan:
“Stabilitas ekonomi dan akses terhadap pendidikan yang merata adalah fondasi human security. Masyarakat yang sejahtera dan berpengetahuan akan lebih mampu berpartisipasi dalam proses demokrasi,” lanjutnya.
Kegiatan yang dipandu oleh moderator Andi Arifin ini berlangsung dinamis, dengan banyaknya pertanyaan dari peserta terkait kebijakan daerah dan solusi konkret untuk isu-isu sosial.
“Harapannya, setelah acara ini, masyarakat semakin sadar akan hak-haknya dan mampu berkontribusi dalam pengambilan kebijakan di tingkat lokal,” tutup Andi.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan masyarakat, tokoh pemuda, dan perangkat desa, menunjukkan tingginya antusiasme warga terhadap isu demokrasi dan keamanan manusia.(*)
Penulis: Yhon