
Divisi.id – 20 Kepala Desa dari Indonesia telah mengunjungi Desa Dongziguan di Fuyang, Kota Hangzhou, China, dalam rangkaian acara Benchmarking Study yang berlangsung baru-baru ini.
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia, Danton Ginting.
Tujuan utama kunjungan para kepala desa ke Desa Dongziguan adalah untuk mempelajari praktik-praktik pembangunan desa yang berkelanjutan.
“Selain itu, para kepala desa juga akan mempelajari cara Desa Dongziguan menjaga warisan budaya, serta berbagi pengalaman dengan komunitas desa di China,” ujar Danton Gintin.
Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara Indonesia dan China dalam mempromosikan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Desa Dongziguan memiliki sejarah yang mencapai lebih dari 1500 tahun dan merupakan tujuan menarik dengan warisan budaya yang kaya serta situs sejarah China yang signifikan.
Selain itu, desa ini menjadi tempat beristirahat bagi penulis terkenal, Yu Dafu, yang menciptakan novel berjudul “Dongziguan” yang menggambarkan adat istiadat setempat.
Desa ini juga dikenal karena memiliki dokter patah tulang terkenal, Zhang Shaofu, yang menarik pasien dari seluruh negeri untuk mengobati luka mereka dan memulihkan penyakit.
Dongziguan menjaga hampir seratus bangunan kuno dari akhir Dinasti Qing dan awal perang saudara, termasuk rumah agung keluarga Xu, Aula Anya, Aula Long Pool, dan Kuil Yue Shi, Aula Chunhe, Gedung Aula Zhu Jia, dan banyak lainnya.
Kegiatan Benchmarking Study ini dilaksanakan mulai 15 hingga 25 Oktober 2023 di China. Sebanyak 20 kepala desa dari berbagai provinsi di Indonesia secara khusus diberangkatkan untuk menjalin kerjasama dan bertukar gagasan serta pengalaman dengan desa-desa di China.
Benchmarking Study merupakan hasil kerja sama antara Kemendes PDTT Republik Indonesia dengan Ministry of Agriculture and Rural Affairs (MARA) China, dan ini menjadi langkah penting dalam memajukan pembangunan wilayah perdesaan di kedua negara.
Turut hadir dalam kunjungan ini adalah Direktur PSP & PSKP Rosyid, Sesditjen PPDT Mety Susanti, Karo Humas Erlin Chaerlinatun, serta lima pendamping Benchmarking Study.