
Divisi.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat koordinasi selama dua hari pada 14-15 April 2025, untuk mengevaluasi pelaksanaan program Pendekar Idaman tahun 2024 dan merencanakan program pendampingan desa untuk tahun 2025, dan dipimpin oleh Samsul Dafik, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Fasilitasi Manajemen Pemerintahan Desa.
Dalam sambutannya, Samsul Dafik menjelaskan bahwa evaluasi pada triwulan pertama tahun 2025 menjadi langkah penting untuk memastikan setiap program berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Ia juga menekankan pentingnya perencanaan untuk triwulan kedua, yang akan mencakup kegiatan-kegiatan di bulan April hingga Juni.
“Di awal tahun, kami melakukan evaluasi terhadap program Pendekar Idaman tahun 2024. Kami berharap tidak ada kegiatan RT yang tertunda. Perencanaan untuk triwulan kedua menjadi fokus utama dalam rapat ini,” ungkap Samsul.
Rapat ini turut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk staf DPMD Kukar, anggota Gugus Tugas Pendamping Desa Kukar Idaman (GTPDKI), dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Pendekar Idaman. Meskipun ada penyesuaian anggaran akibat rasionalisasi, DPMD Kukar memastikan bahwa inti program tetap berjalan, meski ada pengurangan pada biaya perjalanan dinas.
Pada sesi diskusi hari pertama, Ali Muksin Ansari dari GTPDKI menyoroti pentingnya persiapan yang matang untuk mengevaluasi progres program pembangunan berbasis RT senilai Rp50 juta per RT, yang menjadi acuan untuk capaian triwulan pertama 2025. Rapat ini juga merancang langkah-langkah konkret untuk memastikan transparansi dan efektivitas implementasi program di tingkat masyarakat.
Samsul Dafik juga menambahkan bahwa pengawasan yang lebih ketat terhadap penggunaan anggaran dan pelaksanaan program sangat penting untuk memastikan bahwa setiap alokasi dana dapat memberikan manfaat yang maksimal kepada masyarakat.
“Pengawasan yang ketat akan memastikan bahwa program-program yang dilaksanakan benar-benar memberikan dampak positif dan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami berkomitmen agar setiap desa mendapat manfaat dari program Pendekar Idaman ini,” tambahnya.
Melalui evaluasi dan strategi yang matang, DPMD Kukar berharap program Pendekar Idaman dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, mendorong pembangunan yang lebih inklusif, serta memperkuat pemberdayaan komunitas di seluruh wilayah Kutai Kartanegara.