
Divisi.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar sosialisasi Pendataan Indeks Desa Tahun 2025. Kegiatan ini dilakukan secara langsung dan online dari ruang rapat Kepala Dinas DPMD Kukar, Rabu (23/04/2025).
Sosialisasi ini dihadiri Kepala Dinas DPMD Kukar, Arianto, bersama perwakilan desa, pendamping desa, dan tim dari Kementerian Desa. Kegiatan ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya pengumpulan data yang akurat tentang kondisi desa.
Arianto mengatakan, data yang dikumpulkan nantinya akan menjadi dasar dalam membuat program pembangunan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Pendataan ini penting agar kebijakan pembangunan desa tepat sasaran,” katanya.
Perwakilan Kementerian Desa, Mustaqim, menjelaskan bahwa mulai tahun 2025, pengukuran Indeks Desa tidak hanya melihat dari sisi sosial, ekonomi, dan lingkungan, tapi juga menambahkan dimensi baru seperti tata kelola pemerintahan, kewilayahan, dan ketahanan bencana.
Sementara itu, Perencana DPMD Kukar, Lilis Suriani, mengungkapkan bahwa dari data awal, masih ada 28 desa berstatus sangat tertinggal dan 16 desa tertinggal. Bahkan ada desa yang dulunya mandiri, kini turun statusnya. Karena itu, ia menekankan pentingnya kerja sama semua pihak agar pendataan berjalan akurat.
Ketua Gugus Tugas Pendamping Desa Kukar Idaman, Syafrudin, juga menegaskan bahwa data ini akan menjadi dasar penting untuk membuat program pembangunan di desa-desa.
“Kita ingin data yang dikumpulkan benar-benar mencerminkan kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti dengan diskusi dan tanya jawab, agar setiap desa bisa menyampaikan kendala dan solusinya dalam proses pendataan. Harapannya, pembangunan desa di Kukar bisa lebih tepat sasaran, berkelanjutan, dan merata.