
Divisi.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengajak generasi muda untuk terlibat aktif di sektor pertanian sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan mendorong regenerasi petani. Bupati Kukar, Edi Damansyah, menegaskan bahwa pemuda adalah kunci keberlanjutan pertanian di tengah tantangan modernisasi.
“Kalau bukan pemuda, siapa lagi? Kita masih banyak mengandalkan pasokan sayur dari luar daerah, padahal Kukar punya potensi besar untuk swasembada,” kata Edi, Selasa (18/03/2025).
Edi mengungkapkan bahwa saat ini mayoritas petani di Kukar berusia lanjut, sementara jumlah rumah tangga petani terus menurun hingga 13 persen. Menurutnya, regenerasi petani berjalan lambat dan harus segera dikejar dengan strategi melibatkan anak muda.
Namun Edi tetap optimistis. Ia menilai sudah ada contoh pemuda-pemuda Kukar yang berhasil menekuni sektor pertanian dan bisa dijadikan panutan. Ia berharap makin banyak anak muda tertarik, apalagi dengan pertanian yang kini berbasis teknologi dan manajemen modern.
“Pertanian bukan lagi soal cangkul dan lumpur. Ini soal inovasi, manajemen, dan efisiensi. Pemerintah siap dukung penuh, tinggal kemauan dari generasi muda,” ujarnya.
Untuk memperkuat sektor pertanian, Pemkab Kukar juga aktif dalam program optimalisasi lahan, baik melalui program nasional maupun inisiatif daerah. Dalam empat tahun terakhir, Pemkab menggandeng Kodim 0906/Kukar dan Kodim 0908/Bontang membangun infrastruktur pertanian seperti embung, irigasi, jalan usaha tani, dan sumur bor.
“Kami telah menetapkan lima kawasan seluas sekitar 8.000 hektare yang terus kami optimalkan. Salah satu kunci adalah sistem pengairan. Kita manfaatkan juga saluran irigasi bekas tambang batu bara,” jelas Edi.
Hasilnya cukup signifikan. Lahan-lahan yang dulunya hanya bisa ditanami sekali setahun kini bisa menghasilkan tiga kali panen. Capaian ini menjadi bukti bahwa pertanian modern mampu menjawab tantangan zaman.
Upaya Pemkab Kukar menjadikan sektor pangan sebagai prioritas pembangunan daerah juga telah tertuang dalam RPJMD 2021–2026. Bahkan, kawasan baru untuk program optimalisasi tengah dipetakan untuk dikembangkan ke depan.
“Harapan kami, makin banyak anak muda mau turun ke pertanian. Dengan dukungan teknologi dan kebijakan pemerintah, pertanian bisa jadi sektor masa depan yang menjanjikan,” tutup Edi.