
Divisi.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus memperkuat komitmennya dalam membangun sektor pertanian berkelanjutan. Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah pembangunan embung sebagai sumber irigasi bagi lahan pertanian. Namun, keberhasilan infrastruktur ini tidak hanya bergantung pada pembangunannya, tetapi juga perawatan jangka panjang oleh para petani.
Bupati Kukar, Edi Damansyah, menekankan pentingnya peran aktif petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) untuk menjaga embung tetap berfungsi optimal.
“Kalau kita ingin embung ini awet dan memberi manfaat dalam jangka panjang, maka perlu dijaga dan dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, terutama kelompok petani,” ujarnya.
Pembangunan embung ini merupakan bagian dari kolaborasi antara Pemkab Kukar dengan TNI melalui program Karya Bakti yang sudah berjalan selama empat tahun terakhir. Proyek ini menggunakan dana dari APBD dan ditujukan untuk memperkuat infrastruktur pertanian di daerah.
Salah satu embung terbaru yang diresmikan adalah Embung Maluhu, terletak di RT 18 Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong. Embung dengan kapasitas 3.000 meter kubik ini diharapkan mampu mengatasi kebutuhan air irigasi di kawasan pertanian setempat.
“Embung ini bukan sekadar penampung air, tapi bagian penting dari sistem pertanian kita. Kita juga sedang membangun fasilitas pendukung lain seperti jalan usaha tani, irigasi, dan sumur pertanian,” tambahnya.