
Divisi.id – Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII tahun 2026 yang akan digelar di Kabupaten Paser diproyeksikan bukan hanya sebagai ajang adu kekuatan antardaerah. Lebih jauh, Porprov disebut sebagai momentum penting dalam membentuk bibit atlet unggulan Kalimantan Timur untuk bertarung di level nasional.
Pernyataan ini ditegaskan oleh Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, Rasman Rading, dalam rapat persiapan Porprov yang digelar di Aula Kantor Bupati Paser. Ia menekankan bahwa Porprov tak sekadar seremonial olahraga, tetapi harus menjadi proses seleksi alam bagi talenta muda daerah.
“Salah satu tujuan utama dari Porprov adalah menyaring atlet terbaik di tingkat provinsi untuk disiapkan ke ajang yang lebih tinggi, terutama PON,” ujar Rasman Rading.
Menurutnya, dari panggung Porprov inilah harus lahir atlet-atlet Kalimantan Timur yang siap bersaing dalam pentas nasional.
Lebih dari itu, Rasman menegaskan Porprov harus mampu mencetak tiga kesuksesan sekaligus, sukses dalam penyelenggaraan, sukses dalam prestasi, dan sukses dalam pemberdayaan ekonomi lokal.
“Porprov ini harus sukses dalam tiga hal: sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses pemberdayaan UMKM lokal,” tegasnya.
Porprov 2026 sendiri akan mempertandingkan 68 cabang olahraga dengan 90 persen lokasi venue tersebar di Kabupaten Paser. Ini menjadi kali pertama Paser dipercaya menjadi tuan rumah Porprov, yang tentu membawa tantangan besar dalam hal infrastruktur, SDM, dan tata kelola acara.
Rasman akan mendampingi penuh proses penganggaran dan pembangunan venue dari tahun 2024 hingga pelaksanaan nanti. Namun ia menekankan bahwa fisik saja tak cukup. Kesiapan panitia, wasit, pelatih, dan seluruh ekosistem olahraga juga harus dibina secara simultan.
Rasman pun mengingatkan agar semangat menjadi tuan rumah tidak justru mengaburkan arah pembinaan. Ia menyentil praktik beberapa daerah yang cenderung “memborong” atlet dari luar demi perolehan medali instan.
“Jangan sampai semangat jadi tuan rumah malah mengaburkan tujuan. Kita ingin atlet-atlet lokal yang dibina dari bawah tampil di ajang ini, bukan sekadar mendatangkan pemain jadi,” ungkapnya.
Komitmen untuk mengedepankan pembinaan lokal disambut positif oleh pemerintah daerah dan panitia besar Porprov. Dalam rapat tersebut, telah disepakati penguatan peralatan olahraga serta koordinasi lintas sektor demi kelancaran pelaksanaan.
Dukungan logistik pun telah mulai diberikan sejak tahun 2024. Dispora Kaltim diketahui mengalokasikan sejumlah perlengkapan dan bantuan untuk cabang olahraga yang akan dipertandingkan, memastikan kesiapan teknis dan mendukung kelancaran jalannya kompetisi.
Bagi Rasman, Porprov bukan hanya soal event dan kompetisi. Ia menekankan bahwa acara ini menyangkut sistem besar: dari perencanaan, pelaksanaan, hingga dampak sosial dan ekonomi yang ditinggalkan.
“Ini soal sistem,” katanya lugas.
Dispora Kaltim berharap Porprov 2026 akan menjadi titik balik penting bagi pembinaan olahraga di Kalimantan Timur. Tak hanya melahirkan atlet tangguh, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal, menguatkan komunitas olahraga, dan menunjukkan bahwa daerah mampu menjadi tuan rumah yang membanggakan.