160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Iklan

Muswil II IKAT Wilayah Kaltim Anggota PMTI Digelar, Pengurus Pusat Tegaskan Legalitas dan Harapkan Harmoni Organisasi

Suasana Musyawarah Wilayah (Muswil) II Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Regional Kaltim, Anggota Persatuan Masyarakar Toraja Indonesia (PMTI) Kaltim.(Yhon)
750 x 100 AD PLACEMENT

Divisi.id – Musyawarah Wilayah (Muswil) II Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Wilayah Kaltim, bersama Persatuan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI) Kalimantan Timur resmi digelar untuk memilih ketua dan menyusun kepengurusan baru yang akan mengendalikan roda organisasi di tingkat wilayah. Pelaksanaan Muswil ini disebut sebagai tindak lanjut dari mandat resmi Pengurus Pusat PMTI.

Caretaker Ketua PMTI DPW Kaltim, Corneleus Rantelangi, menjelaskan bahwa Muswil II ini dilaksanakan berdasarkan surat mandat dari Ketua Umum PMTI Pusat tertanggal 3 November 2025. Mandat tersebut diterbitkan karena hasil musyawarah sebelumnya tidak dilaporkan secara resmi ke pengurus pusat.

“Musyawarah wilayah kedua ini dilaksanakan untuk memilih ketua dan pengurus yang akan mengendalikan organisasi IKAT secara keseluruhan di Kalimantan Timur. Memang sebelumnya sudah ada musyawarah pada Oktober 2025, namun hasilnya tidak dilaporkan kepada Ketua PMTI Pusat sehingga dianggap tidak ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, karena tidak adanya laporan tersebut, Pengurus Pusat PMTI menerbitkan surat mandat untuk melaksanakan Muswil ulang.

“Surat mandat itu yang menjadi dasar kita melaksanakan Muswil saat ini. Karena itu kita patuhi dan kita laksanakan,” tegasnya.

Menurut Corneleus, secara historis, organisasi Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) Kalimantan Timur telah menjadi bagian dari PMTI secara nasional sejak awal berdirinya. Bahkan, IKAT Kaltim disebut sebagai salah satu penginisiasi terbentuknya PMTI secara nasional hampir 20 tahun lalu.

“Sejak awal IKAT Kalimantan Timur sudah menjadi bagian dari PMTI. Bukan organisasi baru. Hanya saja persoalannya ada pada laporan hasil musyawarah yang belum disampaikan secara resmi ke pusat,” jelasnya.

Dalam Muswil II ini, agenda utama adalah pemilihan ketua baru. Corneleus menyebutkan bahwa mandat pelaksanaan Muswil diberikan langsung oleh Ketua Umum PMTI Pusat, Mayor Jenderal (Mayjen) Yulius Lumba.

“Muswil ini memang diberikan mandat oleh Ketua PMTI Pusat untuk memilih ketua baru. Saat ini sudah ada satu kandidat yang menyatakan diri maju, dan kemungkinan masih ada peserta lain yang akan mencalonkan diri,” katanya.

Terkait dinamika organisasi di kalangan masyarakat Toraja di Kalimantan Timur, Corneleus berharap perbedaan organisasi tidak menjadi sumber perpecahan. Ia menekankan pentingnya harmonisasi dan kolaborasi.

“Masyarakat Toraja di Kaltim walaupun ada dua organisasi, tidak boleh dipertentangkan. Harus berjalan bersama memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Toraja. Mau berapa pun organisasi tidak masalah, sepanjang tujuannya baik dan berdampak positif,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menjunjung tinggi aturan pemerintah dan nilai-nilai kebersamaan di daerah perantauan.

“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Itu prinsip yang harus kita taati sebagai masyarakat Toraja yang hidup di Kalimantan Timur,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PMTI Pusat, Aris Tambing, turut menyampaikan harapan agar Muswil ini menjadi momentum memperkuat solidaritas diaspora Toraja di Kalimantan Timur.

“Kita berharap agar keluarga Toraja yang ada di diaspora ini bisa lebih harmonis. Mungkin dalam perjalanan organisasi ada riak-riak, tetapi itu kita anggap sebagai hal yang positif. Semakin banyak organisasi, semakin bagus selama memberi dampak positif bagi masyarakat,” ungkapnya.

Aris juga mengajak masyarakat Toraja untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Sebagai warga diaspora, kita tetap berkomitmen bahwa walaupun kita orang Toraja, kita hidup di Kalimantan Timur. Maka kita harus memberi kontribusi nyata terhadap pembangunan di daerah ini,” tegasnya.

Dengan digelarnya Muswil II ini, diharapkan kepengurusan IKAT Kalimantan Timur dapat terbentuk secara sah dan solid, sekaligus memperkuat peran organisasi dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan kontribusi positif bagi masyarakat Toraja di Benua Etam.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT