160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Iklan

Abdul Giaz Soroti Prioritas Kebijakan Publik dalam Penguatan Demokrasi Daerah ke-5 di Samarinda Ilir

750 x 100 AD PLACEMENT

Divisi.id – Penguatan Demokrasi Daerah ke-5 kembali digelar oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur, Abdul Giaz, sebagai bagian dari upaya mendekatkan fungsi legislasi dan aspirasi masyarakat di tingkat lokal. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 25 Mei 2025, di Lapangan Mini Soccer, Kecamatan Samarinda Ilir.

Dengan tema sentral “Prioritas Kebijakan Publik”, diskusi terbuka ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Alfian Noor dan Feri Dwi Setyono, yang memberikan perspektif kritis terhadap dinamika kebijakan publik di daerah.

Dalam sambutannya, Abdul Giaz menekankan pentingnya masyarakat memahami dan turut mengawal arah kebijakan publik agar sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan. Ia menyebut, penguatan demokrasi tidak cukup hanya melalui pemilu, tetapi juga lewat partisipasi aktif warga dalam proses perumusan kebijakan.

“Rakyat perlu tahu ke mana arah anggaran dan kebijakan publik daerah diarahkan. Kita tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian aktif dalam pembangunan,” tegas Abdul Giaz di hadapan peserta kegiatan.

Alfian Noor, selaku narasumber pertama, memaparkan bahwa prioritas kebijakan publik harus berorientasi pada keadilan sosial dan keberlanjutan pembangunan daerah. Ia menggarisbawahi perlunya pemerintah daerah untuk mengedepankan program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur berbasis lingkungan.

“Kebijakan publik yang tidak berpihak pada kepentingan warga akan kehilangan legitimasi. Maka transparansi dan partisipasi publik dalam prosesnya adalah keniscayaan,” ujar Alfian.

Sementara itu, Feri Dwi Setyono sebagai narasumber kedua menyampaikan perlunya reformasi tata kelola pemerintahan daerah, terutama dalam pengelolaan anggaran berbasis prioritas. Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi berkala terhadap kebijakan agar tidak hanya bersifat seremonial.

“Seringkali, kita punya banyak program, tapi tidak punya prioritas yang jelas. Itulah kenapa kita butuh instrumen pengawasan yang melibatkan masyarakat secara aktif,” kata Feri.

Diskusi yang berlangsung interaktif ini diikuti oleh warga Samarinda Ilir dari berbagai latar belakang, termasuk tokoh pemuda. Para peserta juga berkesempatan menyampaikan keluhan serta harapan terkait kebijakan publik yang berdampak langsung pada kehidupan mereka sehari-hari.

Abdul Giaz menutup kegiatan dengan komitmen untuk membawa seluruh aspirasi yang terhimpun ke forum legislatif di DPRD Kaltim.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Aspirasi hari ini akan saya bawa langsung ke meja pembahasan di DPRD. Kita ingin kebijakan daerah benar-benar lahir dari suara rakyat,” pungkasnya.(*)

Penulis: Yhon

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT