160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Iklan

DPRD Kaltim Soroti Dampak Nyata CSR dan Isu Lingkungan dalam Kunjungan ke PT Berau Coal

Kunjungan Kerja Komisi III DPRD Kalimantan Timur ke PT Berau Coal. (Ist)
750 x 100 AD PLACEMENT

Divisi.id – Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menegaskan komitmennya terhadap pengawasan tambang dengan melakukan kunjungan kerja ke PT Berau Coal beberapa waktu lalu. Dalam lawatan ini, wakil rakyat memastikan program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Rombongan dipimpin Wakil Ketua II DPRD Kaltim, Ananda Emira Moeis, didampingi Ketua Komisi III Abdulloh, Sekretaris Komisi Abdurahman KA, serta beberapa anggota. Mereka disambut langsung oleh General Manager Operation Support and Relations PT Berau Coal, Cahyo Andrianto, di kantor pusat perusahaan.

Evaluasi menyeluruh dilakukan terhadap program CSR dan PPM. Salah satu fokusnya adalah seberapa besar kontribusi perusahaan tambang ini terhadap keberlanjutan sosial dan lingkungan.

“Karena kami di DPRD mempunyai hak dan kewenangan untuk mengawasi, jadinya kami wajib mengawasi salah satunya aktivitas pertambangan di Berau,” ujar Ananda Emira Moeis.

Abdulloh menambahkan bahwa kunjungan ini bukan sekadar formalitas. Ia menyambut positif sambutan hangat PT Berau Coal. Namun, di balik kemeriahan itu, DPRD menekankan pentingnya substansi dari dampak nyata CSR bagi masyarakat. PT Berau Coal pun memaparkan dua pilar utama program CSR mereka yakni pendidikan dan ekonomi mandiri.

“Dalam pantauan kami satu hari, dua hal itu yang jadi titik berat pelaksanaan program CSR Berau Coal,” katanya.

Program pendidikan mereka mencakup pembangunan Politeknik di Berau serta beasiswa untuk pelajar lokal. Di sisi ekonomi, perusahaan mengembangkan kebun kakao lewat pelatihan dan dukungan keuangan. Ini diarahkan untuk menciptakan sumber ekonomi jangka panjang. Abdulloh menilai program CSR perusahaan cukup progresif.

“Kalau dilihat dari yang dipaparkan itu sudah luar biasa, ada juga beberapa dokumen yang di-upgrade terus. Jadi Berau Coal ini sudah berbuat lebih banyak, dan dari dokumen yang ditayangkan tadi memang luar biasa dan nyaris berarti untuk masyarakat Berau,” ujarnya.

Meski progresif, DPRD menilai masih ada ruang perbaikan. Transparansi dan efektivitas menjadi kata kunci. Mereka tak ingin CSR hanya menjadi catatan di atas kertas, tapi harus berdampak langsung pada ekonomi masyarakat, khususnya di sektor produktif seperti perkebunan rakyat.

Isu lingkungan juga menjadi sorotan. DPRD ingin memastikan aktivitas tambang tak meninggalkan “luka ekologis”. Pengawasan terhadap reklamasi pasca-tambang dan pengelolaan limbah menjadi bagian dari evaluasi yang dilakukan selama kunjungan tersebut.

Dengan pendekatan yang lebih komprehensif, DPRD berharap PT Berau Coal bisa menjadi model perusahaan tambang yang tak hanya mengejar laba, tetapi juga bertanggung jawab sosial dan ekologis. Model keberlanjutan inilah yang diharapkan bisa dicontoh perusahaan lain di Kalimantan Timur.

Sebagai tindak lanjut, DPRD Kaltim menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan dan penilaian terhadap seluruh entitas tambang di wilayahnya. Mereka tak ingin ada pertumbuhan ekonomi yang terjadi dengan mengorbankan lingkungan atau meninggalkan masyarakat dalam ketertinggalan

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT