
Divisi.id – Di tengah tantangan pembangunan yang masih dihadapi oleh daerah-daerah di Kalimantan Timur, Apansyah, anggota Komisi IV DPRD Kaltim, berperan aktif sebagai jembatan penghubung aspirasi masyarakat dengan pemerintah daerah. Ia terus membangun komunikasi dan mengupayakan pendanaan agar proyek-proyek strategis dapat segera direalisasikan, khususnya di tiga kabupaten/kota yang menjadi daerah pemilihannya.
Menurut Apansyah, kolaborasi dan komunikasi yang intens dengan pemerintah kabupaten dan kota menjadi kunci dalam mengakselerasi pembangunan. Selain itu, proses pengajuan anggaran kepada pemerintah provinsi juga menjadi bagian penting dari langkah strategis untuk memastikan kebutuhan daerah dapat terpenuhi dengan optimal.
Apansyah mengungkapkan bahwa pihaknya telah membangun komunikasi dengan pemerintah kabupaten dan kota, terutama dalam rangka pengajuan usulan pembangunan melalui Bappeda.
“Kita sudah membangun komunikasi dengan pemerintah kab kot khususnya, kemarin kita sudah diskusi dengan bapedda kurang lebih 1,3 triliun khusus usulan ke provinsi untuk bankeu. Dan nanti kita seleksi yang mana akan jadi prioritas”, ungkapnya.
Menurutnya, dana bantuan keuangan (bankeu) sebesar sekitar 1,3 triliun rupiah tersebut merupakan alokasi yang signifikan dan harus dimanfaatkan secara tepat sasaran untuk menunjang pembangunan infrastruktur.
Apansyah menjelaskan bahwa dalam mengelola dana tersebut, pihaknya akan melakukan seleksi ketat agar program yang menjadi prioritas pembangunan dapat berjalan dengan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ia menegaskan pula bahwa sebagai wakil rakyat di Dapil IV, yang membawahi tiga wilayah yaitu Bontang, Kutim, dan Berau, dirinya memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat di daerah tersebut.
“Karena walaupun bagaimana di dapil IV memperjuangkan 3 kab kot (bontang, kutim dan berau). Ini menjadi tanggung jawab saya.”tegasnya.
Apansyah berharap agar sinergi antara DPRD, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota dapat terus diperkuat agar seluruh usulan pembangunan yang diajukan dapat terealisasi dengan baik.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada alokasi anggaran, tetapi juga pada pelaksanaan yang transparan dan akuntabel di lapangan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang merata dan berkualitas akan membuka peluang peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di ketiga wilayah tersebut.
Lebih jauh, Apansyah mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkolaborasi dalam mengatasi berbagai kendala teknis dan administratif yang mungkin muncul selama proses pembangunan.
“Kita harus bekerja bersama agar aspirasi masyarakat dapat terwujud dan pembangunan berjalan lancar sesuai harapan,” tutup Apansyah.