160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Iklan

Koordinasi Jadi Kunci Percepatan Akses Jaringan di Maratua

Syarifah Sya’diah, Anggota Komisi III DPRD Kaltim
750 x 100 AD PLACEMENT

Divisi.id – Di tengah upaya peningkatan layanan telekomunikasi, sebagian wilayah di Kabupaten Berau, khususnya Kecamatan Maratua, masih mengalami kendala jaringan. DPRD Kalimantan Timur menilai perlu adanya percepatan dalam penanganan blank spot, yang selama ini terkendala oleh belum tersedianya target waktu dari pihak terkait.

Koordinasi antara pemerintah kabupaten, provinsi, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjadi langkah penting untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital di daerah tertinggal. DPRD Kaltim mengakui hingga saat ini belum dilakukan pertemuan resmi untuk membahas target penyelesaian masalah ini secara menyeluruh.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Syarifah Sya’diah, menegaskan bahwa pihaknya tetap optimistis akan adanya kemajuan dalam waktu dekat. Namun, ia menekankan pentingnya adanya rencana kerja dan peta jalan yang jelas agar masyarakat tidak terus menunggu tanpa kepastian.

“Kami belum mengadakan dengar pendapat atau hearing dengan Kominfo, tapi saya yakin mereka pasti punya target-target. Mungkin dalam 1 sampai 2 tahun ke depan akan terlihat progresnya.” ujarnya.

Menurutnya, berbagai wilayah di Berau memang memiliki tantangan tersendiri dari sisi geografis dan infrastruktur dasar seperti listrik. Karena itu, pendekatan lintas sektor sangat diperlukan agar solusi yang ditawarkan tidak hanya fokus pada jaringan, tetapi juga pada dukungan pendukungnya.

“Yang jelas, dari pemerintah Berau sendiri juga ada upaya penambahan titik jaringan. Nanti kami akan koordinasikan dengan Kominfo, dan jika ada wilayah yang tidak bisa disupport kabupaten, provinsi bisa ambil bagian.” tegasnya.

Syarifah menambahkan bahwa sinergi antara provinsi dan kabupaten harus lebih erat, agar wilayah yang belum terjangkau bisa dipetakan secara komprehensif. Hal ini mengingat keterbatasan anggaran daerah, yang membuat beberapa titik tidak bisa langsung dijangkau oleh program kabupaten.

Dengan rencana dari Pemprov Kaltim untuk menyediakan wifi gratis ke seluruh desa, langkah ini dinilai sebagai momentum untuk mempercepat pemerataan konektivitas. Namun, dukungan teknis dari Kominfo tetap dibutuhkan untuk realisasi yang tepat sasaran.

“Kami juga mendorong agar ada pemetaan prioritas, misalnya daerah wisata, pendidikan, dan pelayanan publik menjadi yang pertama disambungkan.” tambahnya.

Masyarakat di wilayah blank spot, terutama Maratua, diharapkan bisa segera mendapatkan akses jaringan yang memadai, karena keberadaan internet tidak lagi dianggap sebagai layanan tambahan, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar.

DPRD juga akan mendorong pembentukan tim lintas sektor untuk meninjau langsung titik-titik yang masih mengalami keterisolasian jaringan guna memastikan percepatan realisasi kebijakan ini.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT