160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Iklan

Pembangunan Jembatan dan Pariwisata di Kaltim: Harapan dan Tantangan

Makmur HAPK, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim
750 x 100 AD PLACEMENT

Divisi.id – Pembangunan infrastruktur di Kalimantan Timur terus menjadi perhatian utama para pemangku kepentingan. Salah satunya adalah pembangunan jembatan dan jalan yang diharapkan dapat mempercepat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata yang kini menunjukkan potensi signifikan.

Namun, proses pembangunan dan optimalisasi penggunaan infrastruktur tersebut masih menghadapi sejumlah kendala yang perlu diatasi bersama oleh pemerintah dan masyarakat. Salah satu narasumber yang mengetahui langsung kondisi ini adalah Makmur HAPK, anggota Komisi IV DPRD Kaltim, yang memberikan pandangannya terkait perkembangan dan harapan di lapangan.

“Sayang sekali, jalan yang sudah dibangun dan diaspal, termasuk jembatan yang ada di sana, masih belum sepenuhnya dimanfaatkan. Kita masih harus menggunakan jalur feri. Jadi sebaiknya percepatan penyelesaian pembangunan itu dilakukan. Apalagi jalan pendekatan itu sebenarnya lebih dekat ke Berau dan beberapa wilayah lainnya.” ujarnya.

Menurut Makmur, kawasan tersebut kini telah menjadi destinasi wisata yang luar biasa dengan pulau-pulaunya yang mulai terpelihara, termasuk kondisi laut yang semakin membaik. Hal ini perlu mendapat dukungan penuh demi kelanjutan dan pengembangan pariwisata di wilayah ini.

Pembangunan jembatan tersebut sudah lama direncanakan, dan jika dapat terhubung sepenuhnya, dampaknya terhadap ekonomi lokal akan sangat besar. Contohnya adalah kondisi nelayan yang harus menyeberang sungai dengan ongkos tinggi saat membawa hasil tangkapan laut, yang biayanya bisa mencapai Rp600 ribu.

“Kalau Bapak tanya ke pedagang di Pasar Segiri, mereka pasti bilang sebagian besar hasil laut berasal dari Kabupaten Berau. Jadi ini menjadi perhatian pemerintah provinsi. Kita sudah minta sejak lama, tapi selalu ada kendala anggaran. Kemarin bahkan istri saya melihat langsung kondisi di sana.” imbuhnya.

Makmur berharap jembatan tersebut dapat diresmikan sampai akhir tahun ini. Ia menilai jembatan itu tidak terlalu besar dan lebarnya kecil sehingga seharusnya pembangunan bisa cepat diselesaikan. Jika rampung, hal ini akan membawa dampak luar biasa terutama pada sektor pariwisata yang sudah mulai ramai dikunjungi kendaraan setiap menitnya.

Sebagai bagian dari dukungan awal bagi pengembangan wisata, Makmur mengajak masyarakat setempat untuk memperbaiki rumah mereka guna menyambut tamu dengan lebih baik. Ia menekankan pentingnya pelayanan terbaik agar wisatawan merasa nyaman dan kembali berkunjung.

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak hanya menjadi beban pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Masyarakat diharapkan memiliki rasa syukur dan tanggung jawab karena kedatangan wisatawan dapat memberikan nilai tambah melalui hasil laut, buah-buahan, dan produk lokal lainnya.

“Faktor pendukung wisata bukan hanya infrastruktur, tapi juga perilaku masyarakat. Masyarakat harus santun dan bisa menerima tamu dengan ramah. Di luar negeri, masyarakatnya begitu membantu wisatawan, bahkan rela menunjukkan arah tanpa diminta imbalan.” jelasnya.

Makmur menegaskan bahwa keramahan dan perilaku masyarakat sangat menentukan keberhasilan sektor wisata. Selain itu, keberhasilan juga sangat tergantung pada sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keamanan, ketertiban, keteraturan, kesejukan, dan keramahan sesuai prinsip yang pernah dirumuskan oleh Susilo Sudarman.

Ia mencontohkan di Kabupaten Berau, yang dulunya memiliki penduduk sekitar 120 ribu, kini tinggal sekitar 30 ribu jiwa. Penurunan ini menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi potensi wisata di daerah tersebut. Di Kecamatan Segah, misalnya, penduduk setempat dan kepala kampung yang berasal dari suku Dayak berinisiatif melarang aktivitas yang merusak lingkungan dan mengembangkan pertunjukan seni sebagai daya tarik wisata.

Pembangunan pariwisata di Kaltim harus terus dikembangkan dengan pendekatan masyarakat yang sadar lingkungan dan aktif berpartisipasi. Air bersih yang melimpah di Segah merupakan contoh potensi yang dapat dimanfaatkan tanpa beban berat dari pemerintah. Sinergi ini yang akan memastikan keberlanjutan sektor pariwisata dengan tetap menjaga keindahan alam dan budaya setempat.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT