
Divisi.id – Pembangunan jembatan di Kalimantan Timur diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Makmur HAPK, anggota Komisi IV DPRD Kaltim, menjelaskan bahwa jembatan tersebut akan meningkatkan aksesibilitas dan mengurangi biaya transportasi bagi nelayan dan pedagang.
Menurut Makmur, saat ini banyak nelayan yang harus menyeberang sungai dengan biaya yang cukup tinggi, mencapai Rp600 ribu. Dengan adanya jembatan, biaya ini dapat ditekan dan meningkatkan pendapatan nelayan.
“Kalau jembatan itu sudah terhubung, dari sisi ekonomi akan sangat membantu. Banyak hasil laut dari wilayah Bedu-Bedu yang dibawa ke Samarinda.” ujarnya.
Makmur juga menambahkan bahwa jembatan ini akan mempermudah distribusi hasil pertanian dan produk lokal lainnya ke pasar. Hal ini akan meningkatkan daya saing produk lokal dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Dengan akses yang lebih baik, diharapkan kunjungan wisatawan juga akan meningkat, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata di daerah tersebut.
“Saya berharap, semoga akhir tahun ini jembatan itu bisa diresmikan. Sebenarnya, it u tidak terlalu besar dan lebarnya kecil. Jadi harusnya bisa diselesaikan dengan baik.” imbuhnya.
Makmur menekankan bahwa pembangunan jembatan harus dilakukan dengan baik agar dapat bertahan lama dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. Ia juga berharap agar masyarakat dapat menjaga infrastruktur yang ada dengan baik.
Dengan adanya jembatan yang terhubung, diharapkan akan tercipta lapangan kerja baru dan meningkatkan perekonomian lokal secara keseluruhan.
Makmur percaya bahwa pembangunan infrastruktur yang baik akan menjadi pendorong utama bagi pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Timur, terutama di sektor perikanan dan pertanian.
Oleh karena itu, dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, sangat diperlukan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi semua.