
Divisi.id – Di tengah fokus pemerintah untuk memperluas akses internet hingga ke wilayah terluar, Kecamatan Maratua di Kabupaten Berau masih mengalami blank spot di beberapa kampungnya. Kondisi ini menjadi perhatian khusus DPRD Kalimantan Timur yang mendorong adanya penguatan sinyal serta sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.
Wilayah Maratua yang secara geografis terpisah dari daratan utama memang memiliki tantangan tersendiri dalam pembangunan infrastruktur. Meski jaringan telah tersedia di Pulau Derawan, sinyal di Maratua masih belum optimal. DPRD pun menilai perlunya pemasangan alat penguat sinyal untuk menjangkau seluruh wilayah.
Syarifah Sya’diah, anggota Komisi III DPRD Kaltim, menyatakan bahwa di beberapa titik seperti dekat bandara dan daerah Payung-Payung, sinyal sebenarnya sudah tersedia, meskipun belum sepenuhnya kuat dan stabil. Oleh karena itu, penguatan sinyal melalui alat repeater menjadi solusi jangka pendek yang didorong ke pemerintah provinsi.
“Derawan sudah masuk, sudah ada jaringan di sana. Yang belum itu Maratua. Beberapa kampung di Maratua masih blank spot, mungkin karena kendala geografis atau hal teknis lainnya.” tegasnya.
Selain upaya dari provinsi, menurut Syarifah, Pemerintah Kabupaten Berau sebenarnya sudah lebih dulu menggulirkan program penyediaan wifi gratis yang mencakup 1.000 titik. Ke depan, program ini akan ditingkatkan dan diharapkan bisa terintegrasi dengan inisiatif provinsi.
“Tapi kalau di bagian awal Pulau Derawan misalnya dekat bandara dan di daerah Payung-Payung sinyalnya sudah ada, walaupun mungkin belum sekuat yang diharapkan. Karena itu, kami juga mendorong pemasangan repeater atau alat penguat sinyal.” tambahnya.
Kolaborasi ini penting agar tidak terjadi tumpang tindih program serta untuk memastikan efisiensi anggaran pembangunan jaringan di daerah yang sulit dijangkau. Selain repeater, pembenahan infrastruktur dasar lain seperti listrik tetap menjadi prasyarat keberhasilan pembangunan jaringan.
“Dari provinsi, kami akan bantu mana yang belum terjangkau. Apalagi ini akan dikolaborasikan dengan program dari Kabupaten Berau, yang sebelumnya sudah menyediakan 1.000 titik wifi gratis, dan rencananya akan ditambah lagi.” ujarnya.
Wilayah Maratua sendiri memiliki potensi wisata yang besar. Tanpa jaringan komunikasi yang stabil, potensi tersebut bisa kurang optimal, baik dari sisi pelayanan kepada wisatawan maupun aspek keamanan.
DPRD Kaltim melalui Komisi III pun berkomitmen untuk terus mendorong koordinasi lintas sektor, khususnya dengan Dinas Kominfo, agar ada intervensi cepat terhadap titik-titik yang masih mengalami blank spot parah.
Langkah konkret diharapkan mulai terlihat dalam waktu dekat, agar masyarakat Maratua tidak lagi tertinggal dalam akses digital dibandingkan wilayah lain.