Divisi.id – Proyek pembangunan terowongan yang menghubungkan Jalan Kakap dan Jalan Sultan Alimuddin di Kota Samarinda terus berjalan sesuai rencana.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda menyatakan bahwa kemajuan proyek pembangunan terowongan telah mencapai hampir 40 persen.
Menurut Ahli Pertama Teknik Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Samarinda, Rezky Samudra Aprilyan, proyek tersebut ditargetkan dapat beroperasi pada Oktober 2024.
“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan proyek ini tepat waktu. Jika tak ada kendala, kami targetkan terowongan ini dapat beroperasi pada Oktober 2024.” ujar Rezky.
Rezky menerangkan, metode konstruksi yang digunakan adalah New Austrian Tunneling Method, yang melibatkan galian mekanis dengan alat modern seperti jumbo drill dan rock drill, tanpa menggunakan mesin bor Tunnel Boring Machine (TBM).
Ia menyebut aspek keselamatan menjadi fokus utama, dengan menerapkan standar keamanan yang ketat dalam semua tahapan konstruksi.
“Kami menggunakan proteksi ganda, termasuk perlindungan dengan baja serta proses pengecoran yang teliti untuk memastikan kekuatan struktur terowongan,” jelasnya.
Selain itu, proyek tersebut juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dengan menerapkan desain yang ramah lingkungan.
“Kami merancang terowongan ini dengan memperhatikan aspek lingkungan agar tidak menimbulkan dampak negatif yang tidak diinginkan,” tuturnya.(*)