160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Iklan

Rumah Sakit Islam Samarinda, Dari Kebanggaan Jadi Keprihatinan

Darlis Pattalongi, Sekretasis Komisi IV DPRD Kaltim
750 x 100 AD PLACEMENT

Divisi.id – Bagi sebagian warga Samarinda, Rumah Sakit Islam bukan sekadar tempat berobat. Ia adalah simbol dedikasi tokoh-tokoh Kalimantan Timur, tempat yang dulu berdiri karena keterbatasan fasilitas kesehatan. Namun kini, rumah sakit itu berada di ambang kehancuran.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menekankan bahwa penyelamatan Rumah Sakit Islam tidak boleh semata dilihat dari aspek teknis. Ada dimensi sejarah dan sosial yang harus dihormati sebagai bagian dari perjalanan pembangunan di Benua Etam.

“Ya, pertama waktu itu kita sampaikan kepada pemerintah bagaimanapun juga ini Rumah Sakit Islam harus diselamatkan bukan semata-mata karena dia membawa nama Islam di dalamnya, tidak tetapi juga kalau kita ingat sejarah ya, ingat sejarah keberadaan Rumah Sakit Islam itu juga dirintis oleh tokoh-tokoh Kaltim, termasuk Gubernur Kaltim pada saat itu tahun sekitar 60-an,” kata Darlis.

Menurutnya, rumah sakit ini dulunya didirikan sebagai respon atas minimnya fasilitas kesehatan di Kalimantan Timur, terutama di Kota Samarinda. Maka kehadirannya sangat membantu warga, terutama yang tidak mampu mengakses rumah sakit pemerintah.

“Yang kedua, waktu itu pendirian Rumah Sakit Islam ini juga adalah membantu keterbatasan fasilitas rumah sakit AWS. Karena waktu itu, fasilitas kesehatan di Kalimantan Timur, terutama di Samarinda, itu sangat-sangat minim sekali. Maka didirikanlah Rumah Sakit Islam,” lanjutnya.

Kini, rumah sakit tersebut justru berada dalam kondisi tidak beroperasi, tanpa kegiatan medis, dan menghadapi sejumlah persoalan dari infrastruktur, legalitas lahan, hingga izin operasional yang hampir habis. Kondisi ini sangat memprihatinkan.

DPRD melalui Komisi IV berkomitmen untuk membantu mendorong agar pihak yayasan, pemerintah provinsi, serta stakeholder lainnya bersama-sama mencari solusi. Tujuannya jelas: menghidupkan kembali fungsi vital rumah sakit yang dulu menjadi kebanggaan warga Samarinda.

Darlis berharap bahwa semangat awal pendirian rumah sakit ini bisa menjadi inspirasi untuk menyelamatkannya hari ini. Menurutnya, rumah sakit ini tidak hanya milik satu lembaga, tapi menjadi warisan sosial warga Kalimantan Timur.

Langkah penyelamatan bisa dimulai dari komunikasi antara pemerintah dan pengelola, pembenahan fasilitas, serta penyelesaian administrasi yang selama ini menghambat jalannya operasional rumah sakit.

Jika tidak segera ditangani, bukan hanya bangunan rumah sakit yang akan hilang, tetapi juga nilai historis dan kontribusi sosial yang pernah begitu besar dalam mendukung pelayanan kesehatan di Kaltim.

Komisi IV pun menyerukan agar semua pihak tidak menunggu lebih lama. Diperlukan gerak cepat, karena waktu tidak akan menunggu. Rumah Sakit Islam harus kembali menjadi tempat pelayanan, bukan hanya kenangan.

 

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT