160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Iklan

Sistem Parkir Non-Tunai Samarinda Ditargetkan Tekan Parkir Liar dan Dongkrak PAD

750 x 100 AD PLACEMENT

SAMARINDA, divisi.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mematangkan rencana penerapan sistem parkir berlangganan sebagai langkah pembenahan tata kelola parkir di Kota Tepian. Kebijakan ini dipastikan tidak akan diberlakukan secara memaksa dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa prinsip utama dari kebijakan tersebut adalah memberikan kemudahan tanpa menambah beban bagi warga.

“Pada prinsipnya, kebijakan ini tidak boleh menimbulkan beban bagi masyarakat dan tidak boleh diterapkan secara memaksa,” Ungkapnya. Selasa (31/3/2026).

Lebih lanjut, Andi Harun menyebutkan sistem parkir berlangganan akan dirancang fleksibel dengan berbagai pilihan skema pembayaran. Masyarakat dapat memilih menggunakan layanan berlangganan bulanan, tahunan, atau tetap menggunakan metode pembayaran biasa.

“Masyarakat harus tetap diberikan pilihan, misalnya menggunakan sistem berlangganan bulanan atau tahunan, ataupun tidak menggunakannya,” Ucapnya.

Dalam implementasinya, sistem ini akan berbasis pembayaran non-tunai. Pengguna cukup melakukan satu kali pembayaran untuk dapat menggunakan layanan parkir berkali-kali dalam satu hari.

“Dengan sistem tersebut, masyarakat cukup membayar satu kali dan dapat menggunakan fasilitas parkir berulang kali dalam satu hari,” Jelas Andi Harun.

Orang nomor satu di kota Samarinda itu menambahkan, seluruh kendaraan ditargetkan dapat terintegrasi dalam sistem tersebut. Di sisi lain, penerapan parkir berlangganan juga diproyeksikan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir.

“Kami menargetkan sistem ini tidak hanya tertib, tetapi juga mampu meningkatkan PAD, dengan estimasi mencapai Rp10 miliar hingga Rp15 miliar per tahun,” Tutup Andi Harun.

(Foto: Salah satu parkir berlangganan di Kota Samarinda/doc)

2.
Kampung Tenun Samarinda Disiapkan Jadi Ikon Wisata Baru, Terhubung Susur Mahakam

SAMARINDA, divisi.id — Upaya menjadikan kawasan berbasis budaya sebagai penggerak ekonomi terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Salah satunya melalui pengembangan Kampung Tenun di Samarinda Seberang yang kini dipersiapkan menjadi destinasi wisata terpadu berbasis budaya dan ekonomi kreatif.

Program ini tidak berjalan sendiri. Pemkot menggandeng berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Bank Indonesia, guna memperkuat perencanaan hingga implementasi di lapangan.

Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Samarinda, Marnabas Patiroy, menegaskan bahwa pengembangan Kampung Tenun bukanlah program baru, melainkan kelanjutan dari inisiatif yang telah dicanangkan sebelumnya oleh Wali Kota Samarinda.

“Ini bukan launching pertama. Dulu sudah kita canangkan sebagai Kampung Tenun, dan sekarang terus kita tingkatkan. Perencanaannya sudah ada, termasuk penataan rumah-rumah di bagian dalam agar menjadi satu kesatuan kawasan dengan identitas tenun yang kuat,” Ungkapnya. Selasa (31/3/2026).

Menurutnya, fokus utama pengembangan adalah penataan kawasan permukiman sekaligus memperkuat identitas Kampung Tenun sebagai ikon wisata khas daerah. Dukungan lintas sektor yang semakin kuat juga menjadi sinyal positif bagi percepatan realisasi program tersebut.

Pemkot menargetkan Kampung Tenun menjadi destinasi wisata unggulan yang terintegrasi dengan kawasan lain di Kota Samarinda. Salah satu strategi yang disiapkan adalah pembangunan dermaga untuk mendukung konektivitas wisata susur Sungai Mahakam.

“Nantinya wisatawan dari Teras Samarinda bisa menggunakan kapal wisata susur Mahakam, lalu singgah di Kampung Tenun. Bahkan kami berharap mereka juga bisa mampir beribadah di Masjid Siratal Mustaqim, sehingga kawasan ini hidup, termasuk pada malam hari,” Ucap Marnabas.

Selain konektivitas, penguatan branding kawasan juga menjadi perhatian utama. Kampung Tenun akan diposisikan sebagai pusat kerajinan sarung Samarinda, yang terintegrasi dengan destinasi lain seperti Citra Niaga dan kawasan Tepian guna menghadirkan pengalaman wisata belanja dan budaya yang lebih lengkap.

Di sisi lain, Pemkot juga menyoroti tantangan yang dihadapi para perajin, terutama dalam memenuhi permintaan dalam jumlah besar. Untuk itu, pemerintah mendorong pemanfaatan teknologi berupa mesin tenun sebagai solusi produksi massal, tanpa meninggalkan nilai tradisional.

“Kita ingin ada pilihan. Ada yang tetap tradisional, ada juga yang menggunakan mesin untuk produksi massal. Ini penting agar pasar bisa dijangkau lebih luas,” tegas Marnabas.

Ke depan, kawasan Kampung Tenun akan dikembangkan dengan konsep zonasi, menghadirkan berbagai spot mulai dari area produksi tradisional hingga modern. Penataan rumah warga juga akan disesuaikan dengan motif khas tenun, guna menciptakan daya tarik visual yang kuat bagi wisatawan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT