Sukses Menggelar Dialog Rakyat, Andi Faisal Ajak Masyarakat Untuk Aktif Mengawal Pengelolaan APBD

Divisi.id– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), H. Andi Faisal Assegaf, S.Sos., M.Si menggelar Dialog Rakyat masa sidang 1 tahun 2024 dengan mengangkat tema “Pengawasan Penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) yang berlangsung di Desa Sawit Jaya, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser pada Minggu, 28 April 2024 pukul 10.00 Wita sampai dengan selesai.

Diketahui, kegiatan tersebut dilakukan oleh setiap Anggota DPRD Kaltim di masing-masing Daerah Pemilihan (Dapil) nya guna melakukan dialog langsung dengan masyarakat terkait hasil penyerapan aspirasi yang dilakukan oleh setiap anggota DPRD Kaltim.

Andi Faisal menjelaskan bahwa negara kita adalah negara yang memiliki unsur pemerintahan. Para pimpinan yang sedang menjabat harus mengetahui apa yang menjadi permasalahan dan juga keluh kesah yang sedang dialami oleh masyarakat. Sehingga nantinya, anggota DPRD bisa langsung memberitahukan kepada pemerintah agar setiap kekurangan yang ada untuk segera dibenahi.

“Kegiatan sosialisasi seperti ini menurut saya sangat penting, ada komunikasi yang aktif antara pejabat dengan masyarakatnya. Ini sangat dibutuhkan bagi saya, masukan dari masyarakat sangat perlu sehingga ini kesempatan rakyat untuk bisa berkomunikasi dengan para wakil pimpinan,” jelasnya.

Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang dikelola, menurutnya tidak hanya dibagi-bagi begitu saja kepada rakyat melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Akan tetapi juga harus mengetahui bagaimana pemerintah daerah mampu mengelolanya yang berdampak kepada pembangunan daerah dan untuk kesejahteraan rakyat.

“Paling utama adalah bagaimana cara mengatur kesejahteraan masyarakat, ada tata krama dan aturan yang telah diatur melalui proses yang panjang. Tidak mudah dan tidak sulit menjadi wakil rakyat, karena sebagian masyarakat tidak mengetahui apa saja tugas sebagai wakil rakyat. Semua itu ada aturan dan mekanismenya,” paparnya.

Selain itu, Politisi Partai Demokrat itu pun menguraikan bahwa untuk pengelolaan anggaran harus tepat sasaran dan prioritas. Sebagaimana fungsi DPRD bisa mengoptimalkan di setiap masing-masing daerah, sehingga Pemerintah Provinsi (Pemprov) bisa mengetahui permasalahan yang terjadi di setiap daerahnya.

“Untuk itu, mari keluarkan semua apa yang menjadi kendala dan uneg-uneg masyarakat di kegiatan sosialisasi ini. Agar saya tahu, selama ini masyarakat mengeluh karena apa. Jika tidak, bagaimana saya bisa mengetahui semua tanpa ada masukkan,” pungkasnya.

Pun, Andi Faisal juga mengimbau kepada peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi, agar bisa memberikan pertanyaan dan pendapat. Apa yang menjadi kendala, kekurangan, bahkan bagaimana cara untuk mengatasinya, pastinya dengan kegiatan seperti ini bisa mencari solusi bersama. Bahkan, dirinya akan mencatat yang telah masyarakat sampaikan, agar yang belum terpenuhi bisa segera direalisasikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *