160 x 600 AD PLACEMENT
160 x 600 AD PLACEMENT
Iklan

Kemiskinan Masih Tinggi, DPRD Kaltim Tekankan Pembangunan SDM

Syarifatul Syadiah, Anggota Komisi III DPRD Kaltim
750 x 100 AD PLACEMENT

Divisi.id – Kabar bahwa lebih dari 12.000 warga Kabupaten Berau masih berada di bawah garis kemiskinan memantik perhatian anggota legislatif. Kondisi ini dinilai perlu direspons cepat dengan kebijakan berbasis peningkatan kualitas sumber daya manusia, bukan sekadar bantuan jangka pendek.

Syarifatul Syadiah, anggota Komisi III DPRD Kaltim, menyatakan bahwa pembangunan manusia adalah solusi utama untuk mengentaskan kemiskinan dan menghadapi persaingan di masa depan, khususnya menjelang operasionalisasi Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan menyerap jutaan tenaga kerja.

“Kalau secara keseluruhan, sebenarnya kondisi Berau masih relatif baik dibandingkan dengan daerah lain di Kalimantan Timur. Banyak daerah lain yang kondisi kemiskinannya lebih parah,” ujar Syarifatul.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Berau tetap membutuhkan perhatian dan strategi pembangunan jangka panjang yang berfokus pada pendidikan, keterampilan kerja, dan peningkatan akses ekonomi lokal.

“Tapi memang, tujuan pembangunan kita adalah untuk menurunkan angka kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Itu sebabnya dalam RPJMD, kami sangat fokus pada peningkatan kualitas SDM.” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya daya saing tenaga kerja lokal, agar masyarakat Kalimantan Timur tidak hanya menjadi penonton di tengah arus besar pembangunan nasional yang kini terkonsentrasi di wilayah mereka.

“Kita harus punya daya saing. Jangan sampai kita kalah bersaing dengan tenaga kerja dari luar, misalnya dari Jawa,” tegasnya.

Dengan beroperasinya IKN, peluang kerja dipastikan melonjak drastis. Namun hal itu hanya akan bisa dinikmati oleh tenaga kerja yang memiliki kapasitas, kompetensi, dan latar pendidikan yang memadai.

“Kita tahu akan ada jutaan tenaga kerja yang dibutuhkan di Ibu Kota Nusantara (IKN). Itu adalah peluang besar bagi Kalimantan Timur. Maka sejak sekarang, kita perlu menyiapkan diri.” lanjutnya.

Ia mendorong agar program pendidikan gratis dan beasiswa diperluas, tidak hanya untuk tingkat dasar dan menengah, tetapi juga hingga perguruan tinggi. Ini menjadi investasi masa depan agar generasi muda Kaltim bisa mengisi posisi strategis di tanah mereka sendiri.

Syarifatul juga menyampaikan keprihatinan bahwa hingga kini, mayoritas lulusan di Kaltim masih berada pada level SMP dan SMA, sementara kebutuhan tenaga kerja masa depan lebih banyak menuntut keahlian tinggi dan pendidikan lanjut.

Menurutnya, semua pihak harus mengambil bagian dalam strategi ini: pemerintah, swasta, dan masyarakat. Tujuannya bukan hanya untuk menekan kemiskinan, tetapi juga membangun kemandirian dan martabat daerah.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos Terbaru
930 x 180 AD PLACEMENT