Pemkab Kutai Kartanegara dan Forkopimda Belitung Berkolaborasi dalam Studi Komparatif Ekonomi Kreatif

Divisi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menerima kunjungan kerja dari Forkopimda Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Rabu (24/4).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka Studi Komparatif Tentang Pelaksanaan Ekonomi Kreatif (Ekraf) di Kukar, yang kini menjadi bagian dari Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur (Kaltim).

Pada kesempatan ini, Forkopimda Kabupaten Belitung diwakili oleh Pj Bupati Yuspian dan Ketua DPRD Ansori. Mereka disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar Sunggono, Asisten III Setkab Kukar Dafip Haryanto, serta Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Rinda Desianti di Ruang Serbaguna Bupati Kukar.

“Atas nama Pemkab Kukar, kami mengucapkan selamat datang kepada Pemkab Belitung di Tenggarong. Kami juga sampaikan terima kasih telah memilih Kukar sebagai referensi dalam kebijakan pembangunan ekonomi kreatif Kabupaten Belitung,” ujar Sunggono.

Penguatan ekonomi kreatif telah menjadi bagian dari visi ketiga Kukar Idaman, yakni Memperkuat Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif. Program-program seperti Kukar Kreatif Idaman dan Kukar Kaya Festival merupakan implementasi dari komitmen Bupati Kukar Edi Damansyah untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif di Kukar.

Sunggono menyatakan bahwa program-program ini telah memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi kreatif dan pariwisata daerah. Sektor pariwisata tumbuh sebesar 6,6 persen dan sektor ekonomi kreatif sebesar 6,8 persen pada tahun 2023, menurut perhitungan PDRB Kukar.

Namun, Sunggono juga mengakui bahwa membangun ekonomi kreatif bukanlah hal yang mudah, dan masih ada banyak aspek yang perlu diperbaiki. Pemkab Kukar saat ini fokus pada penguatan kapasitas SDM sebagai modal dasar dalam konsep ekonomi kreatif, serta pembangunan Gedung Ekraf di Tenggarong sebagai pusat kolaborasi antar komunitas.

“Kami berharap pertemuan ini menjadi titik awal dalam membangun komunikasi dan berbagi pengalaman antar daerah yang lebih efektif. Sebagai upaya kita bersama membangun bangsa dan negara Indonesia kita tercinta,” tambah Sunggono.

Pemkab Kukar telah menyusun kebijakan pembangunan yang mengarah pada transformasi ekonomi, dari sektor tak terbarukan ke sektor terbarukan. Dua sektor utama yang menjadi prioritas adalah sektor pertanian yang didukung oleh pembangunan industri hijau, serta sektor tersier melalui pengembangan pariwisata daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *